Candra Darusman satukan Chaseiro - Karimata di Java Jazz

Candra Darusman satukan Chaseiro - Karimata di Java Jazz

Candra Darusman bersama Chaseiro di Java Jazz 2018, Minggu (4/3) dini hari. (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA News) - Pertunjukan yang didedikasikan untuk merayakan musik Candra Darusman mempertemukan Chaseiro dan Karimata dalam satu panggung Java Jazz 2018, Sabtu (4/3). 

Candra Darusman menjadi pemersatu, sebab dia adalah personel dari kedua grup musik tersebut.

Sebelum dua kelompok itu berkolaborasi, satu persatu penyanyi muda seperti Teddy Adhitya, Monita Tahalea, Nina Tamam, Mondo Gascaro dan Adikara Fardy muncul terlebih dahulu membawakan "Kekagumanku", "Kau", "Perkenalan Perdana", "Senantiasa", "Rintangan" dan "Indahnya Sepi".

Candra Darusman juga mempersembahkan "It's Amazing", sebuah lagu baru dari album "Detik Waktu" berisi lagu-lagu hits Candra yang dirilis ulang, berisi kolaborasi dengan sejumlah musisi ternama seperti Tohpati, Andien sampai Tulus.

Panggung akhirnya diramaikan oleh grup musik jazz Karimata yang hadir dalam format trio, hanya Erwin Gutawa (bass) dan Budhy Haryono (drum) bersama Candra (keyboard), membawakan "Cinderamata" dan "Esok Kan Masih Ada" yang dipopulerkan Utha Likumahuwa.
 


Baca juga: Letupan jiwa muda Chaseiro

Lalu, giliran Chaseiro, grup vokal yang terdiri dari Aswin Sastrowardoyo, Edi Hudioro, Irwan Indrakesuma, Rizali Indrakesuma dan Omen Norman Soni Sontani serta Candra. Mereka semua tampil necis dengan setelan jas hitam.

"Ngantuk nih!" celetuk salah satu personel Chaseiro. Pertunjukan yang dimulai menjelang tengah malam itu memang sudah berganti hari.

Diiringi Karimata, Chaseiro membawakan lagu "Jangan Salah" dengan harmonis. Penonton yang terdiri dari kalangan muda maupun yang sudah berumur menyambut meriah kolaborasi grup musik yang dibentuk pada era 70-an dan 80-an itu.

"Ini adalah pertama kalinya Karimata mengiringi Chaseiro dan Chaseiro mengiringi Karimata," kata Candra yang menyebut para personel dari dua grup itu adalah "friends for life" baginya.

Lagu "Pemuda" tentu saja jadi penutup manis dari pertunjukan penuh nostalgia.
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar