Kisah Ganjar Pranowo menginap di rumah nenek Patonah di Tegal

Kisah Ganjar Pranowo menginap di rumah nenek Patonah di Tegal

Calon Gubernur Jateng nomor urut satu Ganjar Pranowo (kedua kiri) berinteraksi dengan anak korban banjir saat kampanye ke lokasi banjir akibat luapan Sungai Dombo di Sayung, Demak, Jawa Tengah, Kamis (22/2/2018). Dalam kampanye tersebut Ganjar membagikan 200 paket sembako kepada korban banjir dan menyetujui usulan warga tentang pengadaan pompa air penyedot banjir untuk mengatasi banjir di wilayah itu yang akan dikoordinasikan ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana. (ANTARA FOTO/Aji Styawan) ()

Tegal - (ANTARA News) - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginap di rumah sederhana milik seorang nenek bernama Patonah (80) yang menderita penyakit stroke di Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

Cagub yang berpasangan dengan Calon Wagub Taj Yasin Maimoen itu tiba di rumah Patonah pada Minggu (4/3) pukul 22.00 WIB setelah seharian melakukan kunjungan ke Kabupaten Tegal.

Saat tiba, Ganjar ditemui oleh dua menantu Patonah yakni Atik Arni (38) dan Tasunah (53) di depan rumah.

Keduanya mengaku tidak percaya ketika mengetahui gubernur nonaktif Ganjar Pranowo mau menginap di rumah Patonah.

Rumah yang ditinggali Patonah dan anak-anaknya hanya berdinding papan dengan ruang tamu berlantai tanah, sedangkan jendela-jendela serta dinding rumah banyak yang berlubang.

Kamar yang ditempati Patonah tergolong sempit dan hanya terdapat tempat tidur dari kayu yang diatasnya terdapat kasur tipis serta beberapa perkakas dapur seperti seperti ember dan panci.

"Ibu menderita stroke sudah tujuh tahun terakhir ini dan tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya. Kalau mandi pun terpaksa dibopong ke kamar mandi, makanya di kasur ada ember dan panci karena untuk wudhu ketika ibu melaksanakan salat di tempat tidur," terang Tasunah.

Ganjar kemudian masuk ke kamar Patonah dan cukup lama keduanya berbincang soal kesehatan serta kehidupan sehari-hari.

Awalnya Patonah nampak biasa saja menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Ganjar Pranowo

Rupanya Patonah tidak mengenali siapa pria berbaju putih yang ada didepannya itu, baru setelah anaknya memberitahu dengan berbisik, Patonahpun menangis.

"Ya Allah, Pak Gubernur," isak Patonah tidak terbendung.

Baca juga: Ganjar kunjungi daerah banjir di Demak

Kamar mandi milik Patonah yang juga dipakai oleh Ganjar pun kondisinya sangat minimalis, terletak di bagian dapur yang dipakai sebagai tempat penyimpanan berbagai perkakas, termasuk kurungan ayam.

Dari seluruh lantai rumah itu, hanya sebagian kecil di ruang tengah yang berlapis plesteran semen tipis.

Keesokan paginya, banyak warga yang datang ke rumah Patonah untuk menemani Ganjar sarapan dan mengobrol sebelum melanjutkan perjalanan.

Saat berpamitan kepada Patonah dan keluarga, Ganjar meminta izin untuk membantu memperbaiki rumah.

Mendengar hal tersebut, Patonah hanya tersedu sembari memeluk erat pria berambut putih itu.

Baca juga: Ganjar Pranowo ingin segera ke Brebes tapi khawatir pencitraan

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar