Abuja (ANTARA News) - Presiden Liberia George Weah pada Senin (05/03) mendorong Nigeria agar melakukan persiapan dengan baik untuk Piala Dunia dan menghindari perselisihan mengenai uang yang mengganggu penampilan mereka sebelumnya.
 
Mantan pemain Monaco, Paris Saint-Germain dan AC Milan itu yang mulai memimpin pada Januari berjanji membangkitkan ekonomi negara Afrika Barat itu.
 
Dalam sebuah kunjungan resmi saat bertemu dengan Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari, dia memuji tim nasional Nigeria karena berhasil lolos ke Rusia, menyebut mereka "model" untuk diikuti tim-tim Afrika lainnya.

"Saya telah bermain dengan para pemain Nigeria yang hebat, saya juga pernah bermain melawan mereka. Sekarang Anda memiliki generasi baru, faktanya bahwa mereka mampu lolos untuk Piala Dunia adalah hal baik untuk Nigeria," katanya seperti dikutip AFP.
 
"Namun, saya harap mereka akan mempersiapkannya lebih awal karena mereka akan mewakili Afrika dan kami akan berada di sana untuk menyaksikan mereka, karena mereka harus membawa trofi itu untuk pertama kalinya bila memungkinkan."
 
Weah, bintang sepak bola era 1990-an yang tetap menjadi satu-satunya pemenang Ballon d'Or asal Afrika, mengatakan bahwa masalah gaji dan bonus yang belum dibayar telah mengganggu fokus para pemain.
Itu juga menjadi alasan ketika mereka bermain buruk.

"Maka, jangan biaran para pemain punya alasan, dukung mereka dan bawa kembali pialanya," tambahnya.
 
Komentar Weah menggaungkan pernyataan pelatih Nigeria Gernot Rohr, yang menginginkan "persiapan yang stabil dan partisipasi yang kredibel...tanpa gangguan apapun".

Federasi Sepak bola Nigeria mengatakan pada November lalu akan membayar para pemain dan ofisial total 2,4 juta dolar sebagai bonus jika memastikan lolos kualifikasi.
 
Para pemain sengaja absen dalam sesi latihan di Brasil pada 2014 sebagai protes ketika bonus kualifikasi tidak dibayarkan.
 
Turnamen di Rusia akan menjadi penampilan keenam igeria dalam putaran final Piala Dunia dam mereka mencapai babak sistem gugur tiga kali pada 1994, 1998 dan 2014.
 
(hs) 

Pewarta: Antara
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018