Penyelam Inggris rekam sampah plastik di laut Bali

Penyelam Inggris rekam sampah plastik di laut Bali

Ilustrasi. Kumpulkan Sampah Plastik Sejumlah anak mencari sampah plastik di Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Minggu (4/1). Anak usia Sekolah Dasar di daerah tersebut menghabiskan masa liburan sekolah mereka dengan bermain dipinggiran pantai sambil mengumpulkan sampah botol dan gelas plastik bekas untuk dijual ke pengepul seharga Rp.2.000 per kilo. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) ()

Jakarta (ANTARA News) - Rich Horner asal Inggris membuat video singkat pengalamannya saat ia menyelam di Bali, lautnya dihiasi sampah plastik dan pembungkus makanan.

"Kantong plastik, botol plastik, gelas plastik, lembaran plastik, ember plastik, plastik sachet, sedotan plastik, keranjang plastik, kantong plastik, kantong plastik lagi, plastik, plastik. Banyak sekali plastik!," kata Horner, dikutip dari laman The Guardian.

Horner menceritakan pengalamannya menyelam di situs Manta Point, tempat melihat ikan pari di Nusa Penida, di Facebook pada 3 Maret lalu.

Sampah plastik di laut Bali diduga berasal dari Pulau Jawa, yang terbawa selama musim hujan.

Yayasan Rivers, Oceans, Lakes and Ecology (ROLE) mendata Indonesia memproduksi 130 ribu ton sampah plastik dan padat setiap hari. Sampah tersebut dibakar, dibuang ke sungai atau laut.

Beberapa organisasi pernah menggelar acara membersihkan lingkungan agar pantai, sungai dan hutan terbebas dari sampah sekaligus meningkatkan kewaspaan masyarakat mengenai bahaya sampah.

Berdasarkan pengalaman Horner, penyelam sering bertemu "lautan sampah" di musim hujan. Ia kembali menyelam di tempat itu keesokan hari dan menemukan sampahnya terbawa arus ke Samudera Hindia.
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Peneliti LIPI ingatkan bahaya mikroplastik yang mengalir ke laut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar