counter

Pre-order Samsung Galaxy, apakah S9 lampaui rekor S8?

Pre-order Samsung Galaxy, apakah S9 lampaui rekor S8?

Seorang model sedang memegang Samsung Galaxy S9+ dalam peluncuran Samsung Galaxy S9 dan S9+ di Jakarta, Jumat (9/3/2018). (ANTARA News/Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA News) - Head IM Product Marketing Samsung Electronics Indonesia Denny Galant mengungkapkan bahwa pre-order Samsung Galaxy S9 di Indonesia lebih banyak dari pendahulunya, Samsung Galaxy S8.

"Hasil pre-order di Galaxy S9 dan S9+ di luar dugaan kami melebihi S8, S8+,  artinya pangsa pasar Indonesia masih tumbuh. Peminat S9 banyak, peminat S9+ juga banyak diluar dugaan kami," ujar Denny usai peluncuran Galaxy S9 dan S9+ di Jakarta, Jumat.

Menariknya, jangka waktu pre-order Galaxy S9 dan S9+ lebih singkat daripada Galaxy S8 dan S8+. Samsung memperkenalkan Galaxy S9 dan S9+ di MWC Barcelona pada 25 Februari atau 26 Februari waktu Indonesia.

Samsung mulai membuka pre-order pada 27 Februari hingga 5 Maret, hanya berlangsung selama 7 hari. Sementara tahun lalu, pre-order Galaxy S8 berlangsung selama 10 hari.

"Mempertimbangkan bahwa harga ini (Galaxy S9 dan S9+) di atas dari sebelumnya (Galaxy S8 dan S8+), jadi lebih menggembirakan," kata Denny.

Dalam peluncuran Galaxy S9 dan S9+ tahun ini Indonesia masuk dalam gelombang pertama yang menerima ponsel andalan terbaru Samsung tersebut, bersamaan dengan pasar premium Samsung Global, seperti Amerika Serikat.

"Pertimbangannya konsumen. Banyak sekali konsumen Galaxy S dan Note yang loyal di Indonesia," kata Denny.

Lebih dari itu, Samsung Global sepertinya juga melihat pertumbuhan potensi pangsa pasar smartphone premium di Indonesia.

Denny mengatakan bahwa saat ini Samsung merajai pasar smartphone premium di Indonesia dengan pangsa pasar di atas 70 persen, mengacu pada seri flagship Samsung seperti Galaxy S series dan Note.

"Kami yakin dengan Galaxy S9 dan S9+ ini kami dapat melanjutkan kepemimpinan pasar di Indonesia," kata Denny.

Untuk dapat kembali menjadi pemimpin pasar smartphone premium, Denny mengungkapkan bahwa inovasi menjadi kunci bagi Samsung. "Inovasi yang relevan, jadi kita enggak sekedar menjejalkan fitur yang enggak dibutuhkan," ujar dia.

"Hasil pre-order lebih baik atau pun pangsa pasar itu hal kedua lah, hal pertama kita cukup happy kalau produk kita diterima dengan baik oleh konsumen target segmen kita," lanjut dia.

Lebih lanjut, untuk memanjakan konsumen dan sebagai bentuk dari inovasi, Samsung menghadirkan varian ROM 256GB pada Galaxy S9+, hal yang tidak ada di Galaxy S8+. Samsung juga meningkatkan kemampuan slot microSD yang kini mampu mendukung hingga 400GB.

Tidak berhenti di situ, Samsung juga memasukkan pilihan warna baru ke pasar Indonesia, yaitu Liliac Purple, yang diprediksi Denny bakal menjadi tren warna smartphone pada tahun ini.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar