counter

Dolar AS melemah

Dolar AS melemah

Ilustrasi foto. Petugas valuta asing di Jakarta menunjukan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS). (ANTARA /Muhammad Adimaja)

Kenaikan daftar gaji sangat besar, yang terbesar dalam waktu satu setengah tahun."
New York (ANTARA News) - Nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lnegara ainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), meskipun laporan pekerjaan non-pertanian di AS lebih baik dari perkiraan.

Total pekerjaan non-pertanian AS meningkat senilai 313.000 pada Februari 2018 dan tingkat pengangguran tidak berubah senilai 4,1 persen, demikian keterangan Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (9/3).

Para ekonom memperkirakan kenaikan 200.000 pekerjaan.

Pada Februari 2018 rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan AS dalam daftar gaji non-pertanian swasta meningkat senilai empat sen menjadi 26,75 dolar AS, setelah kenaikan tujuh sen pada Januari.

Sepanjang tahun, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat rata-rata penghasilan karyawan per jam meningkat 68 sen atau 2,6 persen, yang gagal memenuhi konsensus pasar.

"Kenaikan daftar gaji sangat besar, yang terbesar dalam waktu satu setengah tahun. Namun, tekanan upah turun dan tingkat pengangguran stabil berkat lonjakan partisipasi dan imigrasi," kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Sementara itu, bank sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) pada Jumat (9/3) memilih untuk mempertahankan program pelonggaran moneter agresifnya karena terus berupaya mencapai target inflasi yang tinggi dua persen.

Anggota-anggota dewan kebijakan BOJ memilih pada akhir pertemuan dua hari mereka untuk melanjutkan kontrol kurva imbal hasil yang terdiri dari tingkat bunga minus 0,1 persen.

BOJ juga memilih untuk mempertahankan pembelian obligasi pemerintahnya pada tingkat yang sama, yang bertujuan mengarahkan imbal hasil obligasi 10 tahun menjadi sekitar nol persen.

Indeks dolar AS, yang mengukurnya terhadap enam mata uang utama, turun 0,07 persen menjadi 90,097 pada akhir perdagangan akhir pekan ini.

Pada akhir perdagangan di New York, Jumat, euro naik menjadi 1,2313 dolar AS dari 1,2307 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi 1,3848 dolar AS dari 1,3803 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia juga naik menjadi 0,7847 dolar AS dari 0,7792 dolar AS.

Dolar AS dibeli senilai 106,79 yen Jepang, lebih tinggi dari 106,23 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9510 franc Swiss dari 0,9514 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2833 dolar Kanada dari 1,2902 dolar Kanada.

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar