Pejabat PBB menyeru tindakan cegah krisis pangan Sudan Selatan

Pejabat PBB menyeru tindakan cegah krisis pangan Sudan Selatan

Dokumen foto rakyat Sudan Selatan mencari ikan di sungai. Organisasi Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mencatat negara kaya minyak di Afrika itu selama enam tahun ini rawan pangan akibat konflik elit politik berkepanjangan. (fao.org/south-sudan)

PBB, New York (ANTARA News) - Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Sudan Selatan Alain Noudehou telah menyerukan dilakukannya tindakan mendesak guna mencegah bertambah buruknya krisis pangan di negeri tersebut, kata seorang juru bicara PBB pada Jumat (9/3).

"Lebih dari tujuh juta orang, hampir dua-pertiga penduduk, dapat berada dalam kondisi rawan pangan parah antara Mei dan Juli tanpa akses dan bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan," kata Stephane Dujarric, Juru Bicara bagi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam satu taklimat.

Dana diperlukan sekarang untuk mengirim bantuan buat jutaan orang selama musim kering melalui angkutan darat dan penempatan kembali pasokan bantuan penyelamat nyawa, demikian laporan Xinhua. Sebagaimana dikutip, Noudehou menambahkan kegiatan yang sama berkali-kali lebih mahal jika dilakukan melalui angkutan udara selama musim hujan.

Noudehou memimpin satu delegasi tingkat tinggi pendonor, kepala lembaga kemanusiaan dan mitra ke daerah Leer di Wilayah Unity di Sudan Selatan untuk melihat langsung nasib buruk 90.000 orang yang tinggal di daerah itu.

Walaupun kelaparan di sana sudah berhenti berkat campur tangan intensif kemanusiaan, situasi masih tetap rentan; sebanyak 85 persen penduduk diperkirakan mencapai krisis dan kondisi rawan pangan darurat sampai akhir April, kata juru bicara PBB tersebut.

(Uu.C003)
 

Pewarta: Chaidar Abdullah
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar