counter

Wapres Tersinggung Fotonya Untuk Tutup Menara Terbengkalai

Padang (ANTARA News) - Wakil Presiden Jusuf Kalla secara bergurau mengatakan tersinggung, foto dirinya dan istrinya, Ny Mufidah, berukuran besar dipakai untuk menutupi menara yang masih terbengkalai di Masjid Nurul Iman, Padang. "Lihat foto itu, mula-mula saya fikir senang juga ada foto, ternyata laporannya (menara itu, red) barang bekas. Gila jadi tersinggung," kata Jusuf Kalla, sambil tertawa saat meresmikan Masjid Nurul Iman Padang, Sabtu, yang baru rampung direnovasi. Sambil melirik menara yang terbengkalai itu, Wapres kembali sambil tertawa mengatakan, "itu ada foto istri saya, tersinggung juga dia tadi". "Kenapa tidak (dipasang, red) di bangunan yang sudah jadi. Artinya, kalau tersinggung harus bantu (dana perbaikan menara, red) itu," kata Kalla, sambil melirik kepada istrinya. "Jadi tanggungjawab ya," kata Kalla, masih dengan nada bergurau sambil melihat pada isterinya. Dalam hal ini (dana --red), tambahnya, Wakil Presiden tidak boleh macam-macam, tapi istri saya boleh macam-macam begitu (soal dana bantuan perbaikan menara, red). "Takut nanti dikira macam-macam. Malam-malam boleh membantu, tapi siang-siang nanti dihitung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi, red) pula," ujar Wapres sambil tertawa. Masjid Nurul Iman diresmikan kembali setelah direnovasi selama empat tahun dengan anggaran mencapai Rp18,24 miliar. Masjid ini pertama kali dibangun tahun 26 September 1958 pada lahan seluas 1,18 hektar dan berada di pusat kota Padang. Bangunan masjid berlantai dua dengan masing-masing seluas 2.674 M2. Meski telah diresmikan Wapres Jusuf Kalla, sejumlah fasilitas masjid belum selesai, seperti menara dan tempat duduk permanen. Terkait hal itu, Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi, dalam laporannya kepada Wapres saat peresmian itu mengatakan, menara itu belum siap dan terlihat tidak cantik. "Karena itu, menara ditutupi dengan spanduk ukuran besar bergambar Wapres Jusuh Kalla dan Ny Mufidah biar kelihatan tetap cantik (menara itu,red)," ujarnya. (*)

COPYRIGHT © ANTARA 2007

Komentar