Jerman katakan perang dagang Eropa-Amerika Serikat masih bisa dihindari

Jerman katakan perang dagang Eropa-Amerika Serikat masih bisa dihindari

Ilustrasi baja lembaran di pabrik baja. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

... ada perundingan yang tengah berlangsung, sehingga dengan demikian hal ini masih berada dalam wilayah diplomasi, bukan perang...
Berlin (ANTARA News) - Perang dagang Eropa dengan Amerika Serikat masih bisa dihindari, kata Menteri Perekonomian Jerman, Brigitte Zypries, Sabtu.

Dia mengharapkan perundingan di antara kedua pihak itu di Brussel pada akhir pekan ini dapat mencegah keadaan memanas.

Pada Kamis, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menetapkan tarif impor sebesar 25 persen untuk baja dari 10 persen untuk aluminum. Kebijakan itu ditentang keras sejumlah sekutu Washington, termasuk Uni Eropa dan Jepang.

Walau dalam kebijakan baru Trump yang menggelisahkan itu ada perkecualian untuk negara-negara tertentu.

Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Robert Lighthizer, akan bertemu dengan Kepala Komisi Dagang Uni Eropa, Cecilia Malmstrom. Selain itu, secara terpisah, dia akan menemui Menteri Perdagangan Jepang, Hiroshige Seko, di tengah kekhawatiran akan ancaman perang dagang dunia akibat kebijakan Trump.

Zypries, kepada stasiun radio Deutschlandfunk, mengatakan, hingga saat ini belum ada tarif yang telah diberlakukan dan masih terlalu dini untuk membicarakan kemungkinan terjadinya perang dagang.

"Namun kita telah sampai pada situasi di mana kejadian-kejadian awal bisa menjadi serius," kata dia.

Zypries mengatakan, Uni Eropa tengah berupaya menyelesaikan sengketa dagang ini melalui perundingan.

"Masih ada perundingan yang tengah berlangsung, sehingga dengan demikian hal ini masih berada dalam wilayah diplomasi, bukan perang," kata dia.

Sang menteri mengatakan, usulan kebijakan tarif dari Trump merupakan pelanggaran atas aturan WTO dan bahwa Jerman akan berkoordinasi dengan Komisi Eropa untuk membicarakan bagaimana langkah terbaik untuk merespon kebijakan Trump.

"Tentu saja, kami bisa membawa persoalan ini ke WTO. Sebagai tambahan, kami juga akan memikirkan kebijakan balasan," kata Zypries.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar