Utusan khusus presiden RI bertemu Raja Swaziland

Utusan khusus presiden RI bertemu Raja Swaziland

Hassan Wirajuda (FOTO ANTARA/Marboen)

Jakarta (ANTARA News) - Utusan Khusus Presiden RI Hassan Wirajuda bertemu dengan Kepala Negara Swaziland, Raja Mswati III, untuk memperkuat komitmen kerja sama antara Indonesia dan Swaziland.

Pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari kunjungan Utusan Khusus Presiden RI ke kawasan Afrika yang akan berlangsung hingga 12 Maret 2018, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Senin.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Swaziland menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral yang telah terjalin baik selama ini antara Indonesia dan Swaziland. Raja juga mengapresiasi peran dan kontribusi positif Indonesia selama ini dalam menjaga perdamaian di kawasan Afrika.

Menurut Raja Mswati III, Indonesia dan Swaziland berpotensi untuk meningkatkan kerja sama, khususnya di berbagai bidang dalam sektor ekonomi serta pengembangan kapasitas.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden RI menekankan potensi kerja sama yang dapat dikembangkan seiring kedua negara tengah tumbuh secara ekonomi dan stabil secara politik. Hassan Wirajuda juga memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Swaziland menjadi Ketua Uni Afrika pada 2020.

Dalam pertemuan terpisah, Menteri Luar Negeri Swaziland menyambut baik kunjungan Utsus Presiden RI dan mengapresiasi peran dan kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Afrika.

Menlu Swaziland juga menyampaikan ketertarikan pihaknya untuk meningkatkan kerja sama pembangunan kapasitas dalam berbagai bidang, termasuk pertanian, ilmu pengatahuan dan teknologi, pembangunan infrastruktur, pengembangan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dan pariwisata.

Menurut dia, kedua negara berpotensi untuk terus meningkatkan pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam upaya meningkatkan kapasitas.

Terkait pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020, Pemerintah Swaziland memberikan pandangan positif terhadap pencalonan Indonesia tersebut.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar