Subang (ANTARA News) - Walau sinar matahari Sabtu pagi itu terasa terik namun di tengah lapangan sepak bola yang panas, wajah anak-anak Desa Cisaat, Ciater, Subang, Jawa Barat, tampak penuh senyum. Zinedine Yazid Zidane, mantan pesepak bola dari Prancis itulah yang membuat mereka tidak menghiraukan panas yang menyengat di tengah lapangan desa. Seluruh warga pun sejenak meninggalkan segala aktivitas dan mengunci rumah mereka untuk berkumpul menyaksikan salah satu legenda sepak bola dunia itu datang ke desa mereka. Sebuah peristiwa yang mungkin sulit terulang. "Saya tidak percaya bisa melihat Zidane langsung, bukan di tivi," kata Muhammad Abdul Ghoni, siswa kelas 4 SD Cisaat, yang beruntung bisa berfoto bersama mantan pemain nasional Prancis yang membawa negaranya menjadi juara dunia 1998 itu. Zidane (35), yang datang bersama isterinya Veronique, dan dua anaknya, Enzo dan Luca, tiba di Desa Cisaat untuk meresmikan Kampung Zidane. Kampung tersebut merupakan proyek percontohan program industri susu dari perusahaan makanan dan minuman Prancis Groupe Danone untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas susu segar. Zidane adalah Duta Danone untuk program Corporate Social Responsibilites yang berkaitan dengan anak-anak. Mantan pemain AS Cannes, Bordeaux, Juventus, dan Real Madrid itu tiba di Desa Cisaat sekitar pukul 09.30 WIB menggunakan helikopter dari Jakarta. Setibanya di sana, rombongan Zidane langsung meninjau peternakan sapi perah dan bermain sebentar di SD Cisaat. "Zidane di sini sekitar 15 menit dan dia memberi motivasi bagi anak-anak untuk giat belajar," kata guru agama SD Cisaat, Ai Maryani. Setelah itu ia meresmikan pendirian Kampung Zidane Ciater 2011 di lapangan desa dan bermain sepak bola sekitar 15 menit dengan anak-anak desa. "Saya bangga bisa bermain bola dengan Zidane. Saya jadi ingin menjadi pemain sepak bola seperti dia," kata Nanang, bocah desa berusia 12 tahun.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007