DKI ingin tingkat kepuasan jemaah haji hingga 95 persen

DKI ingin tingkat kepuasan jemaah haji hingga 95 persen

Arsip Foto. Jemaah calon haji kloter pertama embarkasi Jakarta menaiki pesawat Garuda Indonesia di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk menuju ke Arab Saudi.(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Kita punya target besar untuk meningkatkan kepuasan jamaah haji DKI ke angka 95 persen berdasarkan survei kepuasan...
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pemerintah provinsi mempunyai target besar untuk menaikkan tingkat kepuasan kepuasan jamaah haji di wilayahnya sampai ke angka 95 persen.

"Kita punya target besar untuk meningkatkan kepuasan jamaah haji DKI ke angka 95 persen berdasarkan survei kepuasan. Memang kita lihat bahwa kita harus meningkatkan pengolaan pelayanan haji ini," katanya saat membuka dan menyampaikan arahan pada Acara Seleksi Calon Petugas Haji Daerah Tahun 1439 H/2018 di Ruang Serbaguna Kantor Dinas Teknis Lantai 2 Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Selasa.

"Dan tadi saya sedikit sharing kiat-kiat. Saya juga pernah secara mendadak menjadi petugas haji. Dan tentunya melayani tamu Allah kan harus penuh dengan keikhlasan, karena harus (ada) kesabaran di dalamnya," kata Sandiaga.

Para petugas haji, ia menuturkan, harus bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan bekerja ikhlas serta selalu menjaga kesehatan dalam melayani para jemaah.

"Yakin dan bersyukur, karena tidak semua orang punya kesempatan berangkat ke Baitullah menunaikan ibadah haji," kata Wakil Gubernur.

"Mereka mendapatkan pahalanya dua, satu berhaji, nomor dua mereka melayani tamu Allah," katanya.

Ia menjelaskan pula bahwa dari 140 peserta yang mengikuti seleksi yang mencakup tes tertulis, psikotes, kesehatan dan wawancara, hanya 61 yang akan berangkat ke Arab Saudi untuk menjalankan tugas melayani jemaah haji dari DKI Jakarta.

Baca juga:
Kemenag minta PPIH berikan pelayanan prima
Tiga menteri kunjungi Saudi siapkan layanan haji

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar