Fakta-fakta soal Stephen Hawking

Fakta-fakta soal Stephen Hawking

Ilmuwan Inggris dan fisikawan teoritis Stephen Hawking menghadiri acara peluncuran penghargaan baru untuk ilmu komunikasi, yang disebut sebagai 'Stephen Hawking Medal for Science Communication' di London, Inggris, dalam arsip foto tanggal 16 Desember 2015. Hawking telah bergabung dengan lebih dari 150 ilmuwan top yang menyerukan agar Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa, mengatakan bahwa meninggalkan Uni Eropa akan menjadi

Jakarta (ANTARA News) - Fisikawan teoretis legendaris Stephen Hawking meningal dunia di usia ke-76 tahun  Cambridge, Cambridgeshire, Inggris.

Seorang juru bicara keluarga mengkonfirmasi pada BBC soal kematian pengarang buku  “A Brief History of Time,” itu.

Baca juga: Stephen Hawking meninggal dunia

Hawking adalah salah satu ilmuwan paling berpengaruh abad ini.  Hawking menelurkan konsep gelombang gravitasi, dan teori Big Bang, selain itu dia penderita Amythropic Lateral Schlerosis (ALS).

Keluarga ilmuwan

Stephen Hawking lahir 8 Januari 1942 dari pasangan Dr. Frank Hawking, seorang biolog, dan Isobel Hawking. Dia memiliki dua saudara kandung, yaitu Philippa dan Mary, dan saudara adopsi, Edward.

Keluarganya sempat hijrah ke Amerika Serikat tapi kembali lagi ke London.

Baca juga: Nasihat Stephen Hawking kepada fans Zyan Malik

Hawking selalu tertarik pada ilmu pengetahuan. Dia terinspirasi dari guru matematikanya yang bernama Dikran Tahta untuk mempelajari matematika di universitas.

Dia mempelajari astronomi di Oxford namun dia memilih pergi ketika mengetahui bahwa mempelajari bintik matahari tidak sesuai untuknya dan Hawking lebih tertarik pada teori daripada observasi.

Hawking lalu masuk ke Trinity Hall, Cambridge. Ia mempelajari astronomi teoretis dan kosmologi.

ALS

Segera setelah tiba di Cambridge, gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS) yang akan membuatnya kehilangan hampir seluruh kendali neuromuskularnya mulai muncul.

Pada tahun 1974, ia tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas sehingga hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik.

Baca juga: Stephen Hawking dukung hak mati pasien

Pada tahun 1985, ia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi sehingga ia tidak dapat berbicara sama sekali.

Seorang ilmuwan Cambridge membuat alat yang memperbolehkan Hawking menulis apa yang ingin ia katakan pada sebuah komputer, lalu akan dilafalkan melalui sebuah voice synthesizer'.

Jane Wilde

Hawking menikah dengan Jane Wilde, seorang murid bahasa, pada tahun 1965. Jane Hawking mengurusnya hingga perceraian mereka pada tahun 1991.

Mereka bercerai karena tekanan ketenaran dan meningkatnya kecacatan Hawking. Mereka telah dikaruniai tiga anak: Robert (lahir 1967), Lucy (lahir 1969), dan Timothy (lahir 1979).

Baca juga: "The Theory of Everything" laris manis

Hawking lalu menikahi perawatnya, Elaine Mason (sebelumnya menikah dengan David Mason, perancang komputer bicara Hawking), pada tahun 1995. Pada Oktober 2006, Hawking meminta bercerai dari istri keduanya itu.

Kisah cinta Stephen Hawking diadaptasi Hollywood dalam film: "Theory of Everything" (2014).

tak percaya Tuhan

Stephen Hawking tak percaya Tuhan, itu tertuang di bukunya; "The Grand Design" (2010).

Menurutnya Big Bang tercipta akibat hukum gravitasi dan bukan karena adanya campur tangan ilahi.

Hawking menentang pendapat Issac Newton yang mengatakan alam semesta adalah ciptaan Tuhan, karena tidak mungkin alam tercipta dari khaos.

Hal itu  datang dari sebuah observasi yang dilakukannya pada 1992 yang meneliti sebuah planet yang mengelilingi sebuah bintang.

Baca juga: Stephen Hawking akan ke ruang angkasa

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar