Buya Syafi'i Maarif sebut pembakaran karpet musala bagian dari teror

Buya Syafi'i Maarif sebut pembakaran karpet musala bagian dari teror

Arsip Foto. Buya Syafii Maarif (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan konsultasi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/6/15). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Ini jelas bagian dari teror, karena apa pun definisi orang, teror itu tindakan yang memicu ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan serta perpecahan
Bantul (ANTARA News) Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Buya Syafi'i Maarif mengatakan pembakaran karpet, sajadah dan sarung musala serta gazebo di halaman musala wilayah Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai bagian dari teror.

"Ini jelas bagian dari teror, karena apa pun definisi orang, teror itu tindakan yang memicu ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan serta perpecahan," kata Buya pada Rabu, usai mengunjungi Mushola Fatturahman di Desa Jambidan Bantul yang karpet dan gazebonya dibakar.

"Definisi terorisme itu memang masih diperdebatkan, tapi ini menimbulkan ketakutan, kecemasan, kecurigaan. Tujuannya teroris itu agar masyarakat panik, masyarakat saling curiga, kalau itu tercapai tujuannya tercapai," katanya.

Pada Minggu malam (11/3), karpet musala dan gazebo di halaman TPA Faturrahman dibakar oleh orang tak dikenal. Buya Syafii menyesalkan pembakaran perlengkapan di rumah ibadah dan kompleks pendidikan Alquran untuk anak-anak yang tidak tahu apa-apa mengenai politik.

Mengenai motif pelaku pembakaran, Buya mengatakan tidak mau berspekulasi, berharap kepolisian bisa bergerak cepat menanganinya.

"Susah kita mentafsirkan, apalagi spekulasi, itu janganlah. Saya percaya aparat kepolisian dari Bantul, apalagi Kapolsek Banguntapan sudah ke sini, saya harap akan terbongkar dalam waktu yang tidak lama," katanya.

Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan namun tidak berspekulasi dan saling curiga.

"Apalagi sekarang ini tahun politik, jadi orang tidak normal, sangat emosional. Saya berharap media cetak dan elektronik itu bisa mendinginkan suasana, sehingga energi kita tidak habis oleh hal-hal yang semacam itu," katanya.

Baca juga: GP Ansor kecam pembakaran mushola di Papua

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar