Presiden minta orangtua didik anak budi pekerti

Presiden minta orangtua didik anak budi pekerti

Presiden Joko Widodo. (ANTARA/Hanni Sofia Soepardi)

Doakan mudah-mudahan tahun depan anggarannya bisa kita naikan"
Serang (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo meminta kepada para orang tua untuk mendidik anak-anaknya akhlaq dan budi pekerti yang baik sebagai ciri dan karakter bangsa Indonesia.

"Didik anak-anak yang baik, berikan pendidikan etika, budi pekerti, akhlak, sikap dan perilaku yang baik," kata Presiden Joko Widodo di hadapan ribuan warga saat penyerahan bantuan PKH, Kartu Indonesia Pintar dan Bantuan Pangan No Tunai (BPNT) di Gelanggang Olahraga Ciceri, di Serang, Rabu.

Ia mengatakan, dengan pendidikan akhlaq, etika dan budi pekerti tersebut, maka anak-anak akan tahu tata krama dan sopan santun, karena itu merupakan ciri dan karakter bangsa Indonesia.

Berkaitan dengan pemilihan kepala daerah di seluruh Indonesia termasuk di Banten, kemudian menghadapi pemilu dan pilpres, Presiden Joko Widodo juga meminta kepada masyarakat agar jangan termakan fitnah dan berita bohong atau hoax, mengingat dalam kondisi perpolitikan selalu ada seperti itu.

"Di Indonesia termasuk di Kota Serang ada pilkada, saya titip ibu- ibu di sini dan masyarakat, tidak termakan fitnah dan isu bohong, karena memang politik selalu seperti itu," kata presiden.

Ia mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang terbaik yang terbaik menurut masyarakat itu sendiri. Jangan sampai karena berbeda pilihan menjadi pertentangan dan perpecahan persaudaraan diantara warga.

"Kita adalah saudara, jangan karena beda pilihan kitabtidak bersatu, kita semua harus bersatu karena kita memang bersatu bangsa dan satu tanah air," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyerahkan secara simbolis bantuan PKH, PIP dan BPNT kepada sepuluh orang perwakilan keluarga penerima manfaat bantuan tersebut.

Presiden meminta masyarakat untukmemanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk keperluan yang sesuai dengan ketentuan, diantaranya untuk meningkatkan taraf pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.

"Doakan mudah-mudahan tahun depan anggarannya bisa kita naikan," katanya.

Menteri Sosial (Mensos) Indrus Marham dalam sambutannya mengatakan, sasaran Program Keluarga Harapan (PKH) di Banten Tahun 2018 sebanyak 320.410 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan bantuan senilai Rp605,91 miliar dan dari jumlah tersebut untuk penerima di Kota Serang sebanyak 9.603 KPM dengan total bantuan senilai Rp18,18 miliar.

Idrus mengatakan, secara nasional PKH pada tahun 2018 diperluas dari 6 juta KPM menjadi 10 juta KPM. Bantuan yang telah dicairkan untuk penyaluran Tahap I dengan realisasi untuk 9.576.843 KPM (96 persen) senilai Rp4.79 triliun tersebar di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota.

Sedangkan untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang merupakan transformasi dari Bansos Pangan Rastra di Banten sebanyak 484.019 keluarga dengan bantuan senilai Rp638,90 miliar.

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar