Pedagang kaki lima Kota Tua Jakarta akan dipindahkan

Pedagang kaki lima Kota Tua Jakarta akan dipindahkan

Arsip Foto. Suasana halaman Museum Fatahillah di Kota Tua Jakarta, Kamis (29/6/2017). (ANTARA /Reno Esnir)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi pedagang kaki lima yang biasa berjualan di kawasan Kota Tua sebagai bagian dari penataan destinasi wisata menjelang Asian Games 2018.

"Justru PKL mau pindah dari situ. Nah ini akan ditata dalam jangka pendek ini bagaimana ada traffic flow," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno di Balai DKI Jakarta, Kamis.

Pemerintah Provinsi, ia menjelaskan, akan melihat kemungkinan untuk menggunakan sistem penataan pedagang di kawasan Tanah Abang dalam menata kawasan Kota Tua.

"Di Tanah Abang mereka bisa ditata seperti itu. Tapi kan kita harus melihat dulu kondisinya di Kota Tua dan tadi sudah dipetakan," Wakil Gubernur.

Ia lantas menjelaskan rencana tahapan pembenahan Kota Tua Jakarta, yang antara lain mencakup pemindahan pedagang kaki lima ke lokasi pembinaan di Jalan Intan, dan penyusunan formulasi untuk mengurai kemacetan lalu lintas di kawasam itu.

"Yang jangka pendek ini bagaimana memastikan bahwa lebih bisa ada pengaturan, khususnya mengenai kesemrawutan di beberapa titik yang sempat dilaporkan," kata Sandiaga.

Selain itu, pemerintah provinsi berencana menata daerah Kali Besar, ingin memastikan daerah aliran sungai itu bersih sebelum Asian Games.

"Kita tidak mau pas Asian Games salah satu ikon yang kita ingin dorong itu belum optimal. Karena ini untuk menarik, termasuk juga penataan lalu lintas, parkirnya juga," katanya.

Dalam jangka panjang, ia melanjutkan, pemerintah provinsi berencana mengembalikan suasana masa lalu di kawasan bersejarah tersebut. "Jangka panjangnya kita harapkan di 2019 ke atas kita akan kembalikan filosofi dari Kota Tua sesuai dengan harapan konsorsium. Waktu itu Pak Jokowi yang sudah membentuk konsorsiumnya," kata Sandiaga.

Baca juga: Sandiaga minta Disparbud segera revitalisasi Kota Tua

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Agar Kota Tua Menjadi Warisan Dunia

Komentar