Wizards bangkit, paksakan "overtime" dan tumbangkan Celtics

Wizards bangkit, paksakan "overtime" dan tumbangkan Celtics

Pebasket Washington Wizards, Bradley Beal (kanan), berusaha melepaskan tembakan dua angka di bawah kawalan penggawa Boston Celtics, Guerschon Yabusele (kiri), dalam laga lanjutan NBA di TD Garden, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (15/3/2018) WIB. (twitter.com/nba)

Jakarta (ANTARA News) - Washington Wizards menjalani laga dramatis kala menghadapi Boston Celtics untuk laga lanjutan NBA di TD Garden, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis WIB.

Wizards membayar lunas jarak ketertinggalan 20 poin yang sempat mereka alami pada kuarter kedua pertandingan untuk kemudian memaksakan laga dilanjutkan ke dua kali babak overtime dan akhirnya menumbangkan tuan rumah dengan skor tipis 125-124.

Tanpa point guard bintangnya, John Wall, yang masih dalam tahap pemulihan cedera lutut, Wizards mendapatkan sokongan dari guard pasangan duet Wall selama ini, Bradley Beal, yang membukukan sumbangsih dominan 34 poin, 7 rebound dan 9 assist.

Beal tentu saja tak sendirian dalam mengantarkan kemenangan Wizards, Otto Porter Jr. dan legiun Prancis Ian Mahinmi membukukan double-double, masing-masing lewat 18 poin dan 11 rebound serta 14 poin dan 11 rebound.

Sementara Markieff Morris menyumbangkan 20 poin dan 7 rebound, sedangkan Tomas Satoransky yang masih dipercaya mengisi posisi Wall mencatatkan 10 poin dan 6 assist.

Kemenangan itu membuat Wizards kini mengoleksi 39 kemenangan dan 30 kekalahan (39-30) serta menempati peringkat kelima klasemen sementara Wilayah Timur.

Celtics (46-22), yang sudah memastikan mengantongi satu tiket ke putaran playoff, tampil tanpa bintang utamanya musim ini, Kyrie Irving, yang menjalani istirahat untuk antisipasi kambuhnya masalah di lututnya.

Marcus Morris jadi pemimpin raihan angka Celtics dengan 31 poin, diikuti Terry Rozier 21 poin, Jayson Tatum 19 poin serta Greg Monroe yang mencapai double-double 16 poin dan 10 rebound.

Baca juga: Celtics tundukkan Wizards lewat overtime

Tuan rumah menutup kuarter pertama dengan keunggulan meyakinkan 37-23 ketika aksi individual Shane Larkin berakhir dengan lay up yang mulus melewati keranjang.

Keunggulan Celtics kian diperbesar menjadi sejauh 20 poin saat umpan Larkin diselesaikan dengan lay up bersih dari Monroe pada sisa waktu 7 menit 45 detik kuarter kedua, namun tim tamu memulai mesin kebangkitan mereka, pelan tapi pasti.

Setelah tertinggal 20 poin tersebut, Wizards mencetak 25 dari 29 poin yang mereka kantongi di kuarter kedua demi menutup paruh pertama pertandingan memangkas jarak menjadi 52-59.

Kebangkitan itu berlanjut dengan 29 poin tambahan di kuarter ketiga untuk membalikkan keadaan dan memegang keunggulan tipis 81-80 saat kuarter tersebut berakhir.

Sayangnya, laju kebangkitan Wizards sedikit melambat di kuarter keempat ketika mereka tertinggal 25-26 dalam perolehan poin, sehingga laga berlanjut ke babak overtime.

Babak overtime pertama, kedua tim sama-sama hanya mencetak 9 poin dan laga dilanjutkan ke babak overtime kedua.

Sebuah three-point play dari Beal di sisa waktu 1 menit 25 detik babak overtime kedua membawa Wizards unggul 124-119, dan meski Monroe menceploskan lay up yang disusul tembakan tiga angka Rozier, Celtics tak pernah punya cukup waktu untuk menyamakan kedudukan dan harus rela dikalahkan tim tamu di hadapan publiknya sendiri.

Selanjutnya, Celtics akan bertandang ke markas Orlando Magic (21-48) pada Sabtu (17/3) WIB, sedangkan Wizards baru kembali melantai saat menjamu Indiana Pacers (40-28) di Capital One Arena, sehari berselang.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar