counter

Musim kemarau Kalsel mulai Mei

Musim kemarau Kalsel mulai Mei

Arsip: Petani memetik buah cabe rawit yang membusuk di lahan perkebunan cabe di kawasan Manggolo, Kecamatan Manggolo, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/9/2017). Puluhan hektar tanaman cabe di kawasan tersebut rusak dan membusuk akibat terserang hama tungau akibat musim kemarau dan serangan hama tersebut menurunkan produksi cabe sekitar 50 persen. (ANTARA FOTO/Jojon)

Banjarbaru (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Banjarbaru memprakirakan musim kemarau di wilayah Kalimantan Selatan pada bulan Mei.

"Diprakirakan musim kemarau Kalsel terjadi bulan Mei, paling cepat terjadi akhir bulan," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Staklim Banjarbaru Miftahul Munir di Banjarbaru, Ahad.

Ia mengatakan, musim kemarau itu melanda hampir merata di seluruh Kalsel dan berlangsung bergiliran sejak akhir Mei dan memasuki bulan Juni hingga bulan Agustus.

Disebutkan, wilayah yang banyak kawasan hutan seperti "Hulu Sungai" mulai dari Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar hingga Kabupaten Tabalong relatif lebih cepat dilanda musim kemarau.

"Kabupaten lain yang berdekatan dengan laut seperti Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru relatif lebih lambat dilanda musim kemarau bahkan ada yang Agustus," katanya.

Menurut dia, saat ini Kalsel masih mengalami musim hujan dengan kategori menengah dimana curah hujan hampir merata di seluruh wilayah dan intensitas masih tinggi.

Dijelaskan, curah hujan tinggi masuk kategori menengah dengan curah hujan mencapai 100 milimeter hingga 300 milimeter saat hujan mengguyur dalam suatu kawasan.

Ia mengatakan, pola hujan di Kalsel hingga bulan Mei 2018 dipengaruhi oleh Madden Julian Oscillation (MJO) dimana hujan tinggi awal bulan dan berangsur rendah pada akhir bulan.

"Sejumlah daerah di Kalsel dilanda hujan tinggi di awal bulan seperti wilayah Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala karena letaknya berdekatan dengan Laut Jawa," ucapnya.

 

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar