Pengusaha Inggris tertarik berinvestasi di bidang pariwisata

Pengusaha Inggris tertarik berinvestasi di bidang pariwisata

Arsip: Pengembangan Wisata Danau Toba, Wisatawan berada di kawasan Pantai Bebas Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (27/10/2017). Pemerintah terus melakukan pengembangan pariwisata ke Danau Toba diantaranya membangun infrastruktur menuju kawasan Danau Toba, yang kini menjadi salah satu dari 10 tujuan wisata prioritas di Indonesia. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

London (ANTARA News) - Para pengusaha Inggris menyatakan ketertarikkannya untuk berinvestasi di bidang insfratruktur pada industri pariwisata di daerah Danau Toba dan di Labuan Bajo Flores yang masuk dalam program pemerintah 10 Bali Baru - yanh ditawarkan dalam Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) yang diselenggaraka Pusat Promosi Investasi Indonesia (IIPC) di London, bekerja sama dengan KBRI di London didukung Bank Sentral Indonesia, Bank Mandiri dan Bank BNI di London diadakan di auditorium Hotel Andaz, London.

Direktur Kantor Perwakilan BKPM di London, Nurul Ichwan kepada Antara London, Minggu mengatakan Forum bertujuan untuk menarik minat dan pertukaran gagasan terkait peluang investasi di sektor infrastruktur di Indonesia.

Diharapkannya dalam forum ini dapat mempertemukan pemangku kepentingan dan perusahaan untuk berinvestasi di Indonesia, serta mempromosikan investasi asing di Indonesia dan tidak kalah pentingnya, pembentukan dialog antara semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam kerjasama dan investasi pada proyek infrastruktur di Indonesia.

Dalam IIIF, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mengatakan potensi investasi Inggris di Indonesia masih cukup besar khususnya di bidang keuangan dan jasa.

Dikatakannya dalam bidang pariwisata - Indonesia memperkenalkan 10 Bali Baru yang punya potensi sangat besar, sayangnya belum digarap dengan maksimal terutama di bidang infrastruktur. Untuk itu Menteri mengajak investor di Inggris dan di Irlandia berinvestasi di Indonesia dengan skema PINA Proyek Pipeline (Pembiayaan Infrastruktur Non-Anggaran Pemerintah) yang dianggap menjadi alternatif.

Untuk itu ia akan terus mendorong investasi di bidang pariwisata sebagai penghasil devisa negara yang selama ini masih mengandalkan ekspor barang seperti kelapa sawit, batubara dan komoditas lainnya. ?Perlu diversifikasi untuk menambah pemasukan devisa negara di sektor jasa terutama pariwisata. Terus terang kita belum memaksimalkan potensi pariwisata sebagai pemasukan devisa negara,? ujarnya

Dalam Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) juga hadir Dubes RI di London Dr Rizal Sukma dan Utusan Perdana Menteri Inggris untuk Komunitas Ekonomi ASEAN, Richard Graham MP, Menteri menyampaikan iklim imvestasi di Indonesia dimana Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar sebagai emerging market terbesar nomor lima di dunia, negara dengan jumlah penduduk nomor empat terbanyak dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.

Sementara itu Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Arie Prasetyo kepada Antara London mengatakan dari hasil pertemuan 1 on 1 meeting, kebanyakan para pengusaha Inggris sangat tertarik dengan project yang ditawarkan. "Langkah selanjutnya kita akan kirimkan email dari scope of servicenya," ujar Arie Prasetyo menambahkan ada beberapa pengusaha yanh menginfokan untuk meliat langsung ke lokasi di Kawasan Danau Toba.

Diharapkannya proses bisa berlanjut terus dengan baik dan mau langsung berinvestasi khususnya di bidang infrastruktur.

Sementara itu Alfanso Pardede dari pengembangan wisata Flores Prosperindo, perusahaan swasta Indonesia yang fokus pada pengembangan dan pengoperasian destinasi Eco - Tourism di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perusahaan sebelumnya telah mendapat pengalaman baik dalam bisnis perhotelan di pulau Bali itu juga banyak pengusaha asal Inggris yang akan menanamkan modalnya.

Apalagi pemerintah Indonesia telah sepakat fokus kepada percepatan pengembangan empat destinasi dari 10 Bali baru yang sebelumnya ditetapkan pada awal masa pemerintahan Joko Widodo. Keempatnya adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

Managing Director Cofco Consultants Limited, W.A Harkness mengakui keindahan berbagai obyek wisata di Indonesia tidak perlu diragukan lagi dan berminat untuk melakukan bisnis dengan para pengusaha Indonesia.

Sementara itu Nanang Hendarsah dari Bank Sentral Indonesia kepada Antara London mengatakan Bank Indonesia, mendukung proyek investasi infrastruktur di Indonesia melalui proyek PINA dan memastikan keandalan dan kelayakan proyek investasi yang dilakukan.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar