Jakarta (ANTARA News) - Pemain tunggal putra senior China, Lin Dan, gagal menambah raihan gelar turnamen bulu tangkis All England, setelah dalam edisi 2018 ini, dia dikandaskan oleh juniornya Shi Yuqi yang juga menghentikan langkahnya di tahun 2017 lalu.

Berdasarkan laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta, Minggu malam, Super Dan (sapaan akrab Lin Dan), dipaksa menyerah oleh juniornya, dalam pertarungan tiga gim.

Dari segi permainan, Lin Dan tampak berimbang dengan Shi, yang terlihat di gim perdana mereka bermain sangat ketat, bahkan hingga jelang akhir pertandingan Lin Dan masih bisa mengejar walau akhirnya kalah dengan skor tipis 19-21.

Di gim kedua, baik Lin Dan maupun Shi Yuqi, terlibat dalam pertaringan ketat dan beberapa kali kedua pemain bergantian memimpin poin atas lainnya. Namun ketika skor imbang 15-15, Lin Dan mampu menemukan momentumnya dan terus menjauhi poin Shi Yuqi hingga akhirnya mampu memenangkan gim ini 21-16 dan memaksa terjadinya gim pamungkas.

Kemenangan cukup jauh di gim kedua, ternyata tidak berarti banyak bagi Lin Dan yang hingga saat ini telah mengumpulkan enam gelar All England sepanjang karirnya. Dengan banyaknya dia melakukan kesalahan, memuluskan langkah Shi Yuqi untuk terus melaju mengumpulkan satu-persatu poin tanpa bisa terkejar lagi oleh Lin Dan.

Shi Yuqi akhirnya menyudahi laga selama 75 menit ini dengan skor akhir 21-19, 16-21, 21-9.

Hasil di final All England 2018 ini sendiri, menjadi kemenangan ketiga bagi Shi Yuqi dalam empat pertemuannya dengan Super Dan. Serta yang kedua kalinya dalam ajang All England.

Terakhir kali bertemu dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini, terjadi pada tahun 2017 lalu di semifinal. Kala itu Super Dan tumbang dengan skor 22-24, 11-21, dari Shi Yuqi.

Sementara bagi Shi Yuqi edisi 2018 ini merupakan gelar perdananya di All England, bagi Lin Dan, kekalahannya ini, memupuskan harapannya untuk bisa merengkuh gelar ketujuh All England.

Kemungkinan gelar itu juga tampak tidak akan bisa diraihnya, jika pemain legendaris China itu benar-benar memutuskan pensiun musim 2019 mendatang, seperti yang pernah dikatakannya akan pensiun bersamaan dengan seteru abadinya Lee Chong Wei (Malaysia).

Lee Chong Wei sendiri, mengungkapkan menunda pensiun untuk Piala Thomas dan Asian Games 2018, yang artinya ada kemungkinan pemain bergelar Datuk di Malaysia tersebut akan pensiun pada 2019 mendatang.

Sementara itu, Indonesia masih memiliki kemungkinan untuk meraih satu gelar dari All England 2018, melalui pasangan ganda putra peringkat satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang akan menghadapi pasangan peringkat dua dunia asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2018