Mcilroy akhiri paceklik gelar setelah bermain kilat di sembilan lubang kedua

Mcilroy akhiri paceklik gelar setelah bermain kilat di sembilan lubang kedua

Pegolf dari Inggris, Rory McIlroy, memupus kekecewaan dalam turnamen Masters April lalu, ketika memimpin tiga pukulan pada putaran pertama turnamen golf AS Terbuka di Congressional Country Club (reuters)

Washington (ANTARA News) - Pegolf Inggris, Rory McIlroy bermain spektakuler di sembilan lubang kedua untuk meraih kemenangan tiga pukulan di Arnold Palmer Invitational pada Minggu waktu setempat, dan itu sekaligus sebagai gelar Tur PGA pertama dia sejak 2016, dan kembali menempatkannya sebagai pegolf favorit untuk turnamen AS Masters.

Terpaut selisih dua pukulan dari pimpinan setelah putaran ketiga Henrik Stenson, McIlroy langsung menggembrak bersaing dengan pegolf Swedia itu untuk mencatat 64 pukulan atau delapan di bawah par pada putaran keempat atau terakir.

Dengan hasil itu maka, McIlroy memastikan kemenangannya setelah selama empat putaran dia memimpin dengan total membukukan 270 pukulan atau 18 di bawah par, dan unggul tiga pukulan atas pegolf AS Bryson DeChambeau (68).

Pegolf asal Irlandia Utara McIlroy mencetak lima birdie pada enam lubang permainan terakhir, termasuk permainan menegangkan ketika dia berusaha memasukkan bola ke lubang permainan ke-18 dari jarak 25 kaki dan memastikan gelar Tur PGA pertama dia sejak dia memenangi Tour Championship 2016.

"Beberapa pekan lalu saya menahan bicara, saya jauh dari itu dan hanya mengambil sesuatu untuk meraih tempat," kata McIllroy.

"Meraih tempat dengan permainan saya dan sesuatunya saya dapat lewat putting saya dan ini hasilnya," katanya.

"Dan akhirnya semuanya berbuah manis," tambahnya.

Sementara itu pegolf Inggris Justin Rose (67) berakhir sendirian di posisi ketiga, sedangkan Stenson (71) di urutan keempat.

Sedangkan Tiger Woods mencatat 69 pukulan pada permainan putaran keempat atau terakhir dan berada di posisi bersama kelima.

Baca juga: Molinari bayangi Mcilroy setelah mencetak 65 pukulan di Wentworth

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar