counter

Facebook tangguhkan akun terkait manipulasi data

Facebook tangguhkan akun terkait manipulasi data

Facebook ( REUTERS/Thomas Hodel)

Jakarta (ANTARA News) - Facebook menangguhkan akun Strategic Communications Laboratories (SCL) dan Cambridge Analytica yang membantu kampanye Donald Trump saat Pilpres Amerika Serikat 2016 lalu untuk menjangkau target pemilih di platform media sosial tersebut.

Dilansir dari laman The Verge, Facebook belum dapat memastikan bagaimana data tersebut digunakan untuk kampanye dan pemilihan umum.

Penangguhan ini bersifat sementara, akun tersebut harus dapat meyakinkan Facebook mereka tidak akan melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebijakan platform, namun, Facebook tidak menjelaskan langkah apa saja yang harus ditempuh untuk pemulihan.

Dalam unggahan di blog resmi Facebokk, Wakil Penasihat Umum Paul Grewal menjelaskan bagaimana SCL dapat memperoleh data pribadi pengguna. 2015, profesor psikolog dari University of Cambridge, Aleksandr Kogan membuat aplikasi bernama "thisisyourdigitallife" yang dapat menebak kepribadian penggunanya.

Aplikasi tersebut diunduh sekitar 270 orang, dan setelah mereka masuk ke Facebook, aplikasi mengumpulkan informasi antara lain kota tempat tinggal, konten yang disukai serta pertemanan pengguna.

Kogan memberikan data tersebut ke SCL dan seorang bernama Christopher Wylie dari perusahaan pengumpul data Euonia Technologies.

Facebook mengetahui pelanggaran ini di tahun yang sama dan segera menghapus aplikasi. Mereka juga meminta pertanggungjawaban Kogan dan koleganya, untuk memastikan data-data tersebut sudah dihancurkan. Semua menyatakan data sudah dihilangkan.

"Beberapa hari yang lalu kami mendapat laporan, yang bertolak belakang dengan apa yang diberikan ke kami, tidak semua data dihapus," kata Grewal.

"Kami segera bertindak untuk meninjau akurasi klaim ini. Jika benar, ini merupakan pelanggaran kepercayaan dan komitmen yang mereka buat. Kami menangguhkan SCL/Cambridge Analytica, Wylie dan Kogan dari Facebook, sambil menunggu perkembangan informasi".

Baca juga: Facebook selidiki skandal manipulasi data
Baca juga: AS selidiki skandal manipulasi data puluhan juta Facebooker

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar