counter

UNHCR: Krisis kemanusiaan di Ghouta Timur

UNHCR: Krisis kemanusiaan di Ghouta Timur

Seorang anak tengah mengungsi dari Kota Douma, Ghouta Timur, 13 Maret 2018, akibat perang berkepanjangan di Suriah. (REUTERS/Bassam Khabie)

Semua tempat penampungan yang ada dihuni sangat banyak orang dan sesak ..."
Jenewa (ANTARA News) - Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) melaporkan bahwa terkejut dengan makin dalamnya krisis kemanusiaan di Suriah, sementara pertempuran sengit di Ghouta Timur dan Afrin mengakibatkan pengungsian baru.

Di Ghouta Timur saja, UNHCR, lebih dari 45.000 orang Suriah telah meninggalkan rumah mereka dalam beberapa hari belakangan.

"Kami hari ini kembali menyampaikan seruan kami bagi perlindungan dan keselamatan dan akses kemanusiaan penuh, tanpa hambatan dan berlanjut ke orang yang baru mengungsi dan ratusan ribu warga sipil, yang masih terjebak akibat pertempuran sengit dan sangat memerlukan bantuan," kata Andrej Mahecic, Juru Bicara UNHCR, dalam satu taklimat di Jenewa, Swiss, Selasa (20/3).

UNHCR mengemukakan bahwa orang yang baru mengungsi saat ini ditampung di berbagai tempat dengan kondisi menyedihkan, dan kebutuhan sangat besar dan bertambah setiap jam, selain resiko serius kesehatan.

"Semua tempat penampungan yang ada dihuni sangat banyak orang dan sesak, serta kekurangan kebersihan dasar. Orang berbaris selama berjam-jam untuk menggunakan kamar mandi, dan kebanyakan tanpa lampu," kata Mahecic, layaknya dikutip kantor berita Xinhua China.

UNHCR mengatakan sejauh ini telah mengirim 180.000 barang bantuan inti untuk memenuhi keperluan mendesak.

Di beberapa tempat penampungan, orang yang tinggal di tempat terbuka di halaman sekolah putus asa dan menggunakan selimut UNHCR sebagai pemisah untuk menciptakan privasi, dan melindungi diri mereka dan keluarga mereka dari sinar Matahari pada siang hari, dan udara dingin pada malam hari.

"Akses kemanusiaan penuh dan tanpa halangan ke warga sipil dan di luar Ghouta Timur, di tempat penampungan kolektif dan di tempat lain sangat penting guna menjamin keperluan mendesak warga sipil terpenuhi," kata Mahecic.

Menurut UNHCR, keadaan darurat lain merebak di bagian barat-laut Suriah, tempat sebanyak 104.000 orang telah terusir dari rumah mereka di Wilayah Afrin akibat peningkatan terkini pertempuran.

Dalam menghadapi kondisi darurat yang meningkat di Afrina, UNHCR mengatakan telah meningkatkan upaya tanggapannya, dan 100.000 barang bantuan inti telah dikirim dalam dua hari belakangan.

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar