Jakarta (ANTARA News) - Menyusul skandal manipulasi data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica, raksasa media sosial itu akan membatasi penempatan aplikasi yang memiliki akses kepada penggunanya.

Untuk itu para pengembang aplikasi hanya akan mendapatkan sedikit informasi, lalu diputus aksesnya ketika pengguna FB berhenti menggunakan aplikasi itu.  Para pengembang juga harus mendapatkan persetujuan Facebook sebelum boleh mendapatkan informasi yang lebih rinci lagi soal pengguna.

Para pengembang yang menggunakan Facebook Login kini hanya akan mendapat nama pengguna, profil fotonya, dan alamat email ketika orang sign in ke Facebook.

Untuk informasi lebih dalam, seperti posting-posting pengguna di Facebook, pengembang diharuskan mendapat izin terlebih dahulu dari Facebook.

Facebook akan memutus akses aplikasi ke data akun ketika selama tiga bulan orang tidak menggunakan lagi aplikasi itu.

Langkah itu menguntungkan pengguna FB karena belakangan ini banyak orang menyadari telah membiarkan ratusan, bahkan ribuan, aplikasi yang membuat mereka terkoneksi ke akun Facebook mereka, kemungkinan untuk mengumpulkan data.

Perubahan-perubahan kebijakan ini diumumkan hari ini oleh bos Facebook, Mark Zuckerberg.

Zuckerberg juga menggarisbawahi langkah-langkah tambahan Facebook demi memastikan pengguna tidak mengkhawatirkan apa yang terjadi pada data mereka.

Baca juga: Mengenal Cambridge Analytica yang katanya beroperasi juga di Indonesia

Bulan depan, Facebook akan menempatkan sebuah tool di atas News Feed yang memungkinkan orang bisa mematikan aplikasi.

FB juga berencana menginvestigasi semua aplikasi yang mengakses banyak sekali data pengguna sebelum ini, untuk memastikan tidak disalahgunakan, danmemberi tahu pengguna seandainya data mereka telah disalahgunakan orang.

Facebook menyatakan tengah mengamati aktivitas mencurigakan pihak-pihak yang tengah diselidiknya dan akan mengaudit total mereka. Jika mereka menolak diaudit, maka mereka akan dikeluarkan dari Facebook, termasuk pengembang yang menyalahgunakan informasi data pribadi pengguna.

Penyelidikan akan ditujukan kepada para pengembang yang berada di platform selama atau sebelum 2014, ketika Facebook membuat perubahan dengan membatasi berapa data yang boleh diakses pengembang.

Waktu itu, pengembang bisa mengakses data dari teman-teman pemakai FB, kendati teman-teman pemakai itu tidak mendapatkan akses sebuah aplikasi.  Itulah yang terjadi pada Cambridge Analytica yang berhasil mencuri informasi dari 50 juta akun, padahal perusahaan analisis data ini hanya menempelkan aplikasinya kepada 300 ribu pengguna FB.

Facebook juga berniat memperluas program pemburuan bug dengan memasukan penyalahgunaan data oleh aplikasi pihak ketiga.

Facebook menyatakan akan mengumumkan aturan-aturan tambah dalam beberapa pekan ke depan.

Baca juga: Facebook ditekan gara-gara Cambridge Analytica manipulasi data pengguna

 

Pewarta: SYSTEM
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2018