counter

Pemerintah sasar pertumbuhan ekspor 7,8 persen ke Taiwan

Pemerintah sasar pertumbuhan ekspor 7,8 persen ke Taiwan

Arsip Foto. Pekerja mengamati bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Rabu (26/4/2017). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Taipei (ANTARA News) - Kementerian Perdagangan menyasar pertumbuhan ekspor 7,8 persen ke Taiwan, yang dianggap sebagai pasar prospektif bagi produk Indonesia.

"Kami melihat peluang besar untuk lebih meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Taiwan, terutama karena Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekspor Indonesia ke Taiwan sebesar 7,8 persen pada 2018," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda dalam forum bisnis di Taipei, Taiwan, Jumat.

Kementerian Perdagangan, menurut dia, optimistis bisa mencapai target tersebut karena pertumbuhan perdagangan Indonesia dan Taiwan positif.

Pada 2017, total ekspor Indonesia ke Taiwan mencakup 1,89 persen total impor Taiwan dari dunia, sedangkan total ekspor Taiwan ke Indonesia tahun 2017 menyumbang dua persen dari total impor Indonesia di seluruh dunia.

Selama 2012 hingga 2016, ekspor nonmigas dari Indonesia ke Taiwan menurun 9,11persen dari 4,09 miliar dolar AS pada 2012 menjadi 2,57 miliar dolar AS pada 2016 menurut Arlinda. Namun pada 2017 ekspor nonmigas Indonesia ke Taiwan tumbuh 10,69 persen dibandingkan tahun 2016.

Produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan terdiri atas batu bara, batu bara bitumen, timah, kayu lapis, limbah tembaga, dan scrap. Dari Taiwan, Indonesia utamanya mengimpor kain tenun, kain rajutan, generating set, sirkuit elektronik terintegrasi beserta suku cadangnya.

"Untuk memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Taiwan, sejak tahun 2016, diadakan pertemuan Working on Group on Trade dalam kerangka Joint Committee Trade and Investment (JCTI) yang merupakan forum pertemuan bilateral untuk membahas peningkatan perdagangan dan investasi antara dua pihak," kata Arlinda, menambahkan JCTI akan diadakan di Bali pada 27 Maret 2018.

Dalam forum bisnis pengusaha Indonesia dan Taiwan, Arlinda mengundang para pelaku usaha Taiwan untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 yang akan diselenggarakan pada 24-28 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Indonesia.

Arlinda mengatakan TEI 2018 ditargetkan dihadiri lebih dari 28.000 pembeli internasional dan 1.110 peserta. "Setelah forum bisnis ini, kami berharap lebih banyak pembeli dari Taiwan akan menghadiri TEI ke-33 nanti," demikian Arlinda.
 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar