Yogyakarta pasarkan tur Merapi di Vietnam

Yogyakarta pasarkan tur Merapi di Vietnam

Pendaki memadati puncak Gunung Merapi untuk melihat pesona kawah dan matahari terbit. (ANTARA FOTO/Teresia May/Asf/Spt/14)

Hanoi (ANTARA News) - Dinas Pariwisata Yogyakarta berusaha menggaet turis asal Vietnam dengan menawarkan paket-paket wisata yang memadukan kunjungan ke objek wisata Gunung Merapi dan pantai dengan wisata budaya.

"Perlu kombinasi wisata yang unik seperti "Merapi Lava Tour", wisata pantai termasuk desa wisata untuk menarik wisatawan mancanegara, termasuk asal Vietnam, melancong ke Yogyakarta," kata Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta Aris Riyanta kepada Antara di sela Vietnam International Travel Mart (VITM) 2018 di Hanoi International Center for Exhibition, Jumat.

Di VITM 2018 yang berlangsung 29 Maret sampai 1 April, Yogyakarta menyertakan lima pelaku industri parwisata yang bergerak dalam biro jasa perjalanan.

"Mereka berjualan, meyakinkan pengunjung VITM secara langsung maupun melalui jaringannya di Vietnam, bahwa objek-objek wisata di Yogyakarta sangat menarik dan wajib dikunjungi karena punya ciri khas tersendiri," kata Aris.

Yogyakarta sedang gencar mengembangkan destinasi wisata petualangan "Merapi Lava Tour" di Kaliurang, tepat di kaki Gunung Merapi. Merapi Lava Tour mengajak wisatawan naik mobil Jeep menyusuri bekas aliran lahar letusan Gunung Merapi dengan tiga rute pendek dan panjang.

Selain itu, Yogyakarta memiliki puluhan pantai indah berpasir putih di kawasan Gunung Kidul, seperti Pantai Indrayanti atau Pantai Pulang Sawal, Pantai Drini, dan Pantai Jogan; serta mengembangkan tujuan-tujuan wisata baru untuk menambah pilihan wisatawan.

Kendala Akses

Aris mengemukakan bahwa salah satu kendala pemerintah daerah dalam mengembangkan destinasi wisata aksesibilitas.

"Aksesibilitas menjadi penting, karena bagi wisatawan jarak dan waktu yang lebih efisien menjadi faktor utama dalam melakukan sebuah perjalanan," katanya.

Dalam waktu dekat New Yogyakarta International Airport akan dibangun di Kulonprogo dan ditargetkan beroperasi tahun 2019.

"Jika sudah beroperasi Bandara Kulonprogo berdampak luas bagi pengembangan industri pariwisata Yogyakarta. Dengan efisiensi waktu maka lama menginap wisatawan mancanegara bisa lebih lama sehingga lebih banyak destinasi wisata yang bisa di-explore," katanya.

Aris menargetkan tahun ini wisatawan mancanegara yang mengunjungi wilayahnya bisa sampai 430.000 orang, meningkat dibanding tahun 2017 yang sekitar 397.000 orang, tahun 2016 sekitar 350.000 orang.

Saat ini jumlah turis mancanegara yang mengunjungi Yogyakarta kebanyakan berasal dari Belanda (12 persen) disusul Malaysia (10,5 persen), Jepang (10 persen), serta dari Amerika Serikat, Singapura, Italia, Jerman, Perancis, Korea dan China kurang dari 10 persen. Khusus turis Vietnam, tahun 2017 diperkirakan baru mencapai 3.000 orang yang mengunjungi Yogyakarta dan diharapkan bisa mencapai sekitar 4.000 sampai 5.000 orang pada 2018.

Baca juga: Indonesia ingin tarik 74.000 wisatawan Vietnam tahun ini
 

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Seluruh obyek wisata di radius 5 km dari puncak Merapi ditutup

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar