Perserikatan Bangsa-bangsa (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Jumat, meminta penyelidikan mandiri dan terbuka dilakukan atas bentrokan disertai kekerasan antara pasukan keamanan Israel dan pengunjuk rasa Palestina di Gaza.

Pemimpin PBB itu juga mendesak semua pihak terkait menahan diri dari tindakan yang bisa menyebabkan korban jatuh lebih banyak dan terutama langkah apa pun, yang bisa membahayakan warga, kata juru bicara Guterres Farhan Haq dalam pernyataan.

Tragedi itu menggarisbawahi kenyataan bahwa upaya perdamaian sudah saatnya dihidupkan kembali untuk mengembalikan perundingan bermakna guna menemukan penyelesaian, yang memungkinkan Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai dan dalam keadaan aman, kata Sekjen.

Setidak-tidaknya, 15 warga Palestina terbunuh oleh tentara-tentara Israel di pagar pembatas di Gaza dan ratusan terluka dalam bentrokan pada Jumat.

Ribuan warga Palestina pada Jumat memulai hari pertama rangkaian "Pawai Besar untuk Kembali", yaitu unjuk rasa satu bulan di sepanjang pagar perbatasan Jalur Gaza dengan Israel. Unjuk rasa itu untuk menuntut pengungsi Palestina, yang dipaksa meninggalkan kota mereka saat perang Arab-Israel pada 1948, dibolehkan kembali, demikian Xinhua melaporkan.

Baca juga: Kekerasan surut di perbatasan Gaza-Israel

(Uu.T008/B002)

Pewarta: Tia Mutiasari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2018