Habitat baru Rafflesia sp ditemukan di Bukit Kaba

Habitat baru Rafflesia sp ditemukan di Bukit Kaba

Arsip - Bunga Rafflesia arnoldii dengan tujuh kelopak mekar di hutan belukar sekitar Desa Manau IX, Kabupaten Kaur, Provinis Bengkulu, Kamis (18/01/2018). (ANTARA News/Helti Marini Sipayung)

Bengkulu (ANTARA News) - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menemukan habitat baru bunga langka Rafflesia sp di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, di Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu.

"Tim menemukan satu titik habitat baru Rafflesia sp di kawasan hutan sekitar gunung api aktif Bukit Kaba," kata Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Abu Bakar Cekmat di Bengkulu, Senin.

Ia mengatakan saat ditemukan pada awal Maret lalu, ada dua bongkol atau calon bunga yang siap mekar dan dalam dua hari terakhir sudah mulai membuka.

Petugas belum mengetahui dengan jelas jenis bunga langka tersebut apakah masuk spesies Rafflesia arnoldii atau Rafflesia bengkuluensis.

"Sekilas lebih menyerupai Rafflesia bengkuluensis tapi nanti akan ketahuan dengan jelas setelah mekar sempurna," ucapnya.

Baca juga: Dua Rafflesia gadutensis mekar di Bengkulu Utara

Keberadaan habitat bunga langka tersebut menurut dia akan menambah keragaman spot wisata di Bukit Kaba yang selama ini dikenal sebagai tujuan wisata mendaki bukit.

Bukit Kaba yang merupakan gunung api aktif dengan ketinggian sekitar 1.900 meter di atas permukaan laut merupakan salah satu tujuan wisata mendaki gunung yang cukup dipadati pengunjung, terutama akhir pekan dan hari libur.

Untuk menjangkau lokasi ini, pengunjung harus berkendara menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dari Kota Bengkulu menuju desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejanglebong.

Dari desa tersebut pendakian dimulai selama dua hingga tiga jam menuju puncak Bukit Kaba.

Baca juga: Taman Wisata Alam Bukit Kaba sudah dibuka kembali

Pewarta: Helti Marini Sipayung
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar