Palembang (ANTARA News) - Kepala Polda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Zulkarnain Adinegara, memecat lagi dua polisi anggotanya, karena tidak disiplin dan berlaku mencoreng nama baik Kepolisian Indonesia.

"Seluruh anggota Polri yang ada di jajaran Polda Sumsel diingatkan untuk tidak melakukan tindakan pelanggaran hukum sekecil apapun dan meningkatkan kedisipilinan dalam melaksanakan tugas melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat," kata dia.

Dia memimpin apel pagi dan upacara pemberhentian tidak dengan hormat dua oknum oknum anggota di lapangan Markas Polda Sumatera Selatan, di Palembang, Senin.

Simbolisasi penerapan predikat "tidak dengan hormat" itu berupa pencopotan di depan umum atas seragam dan kelengkapannya, atribut kepangkatan, tanda jabatan (jika ada), brevet kualifikasi dan lencana kewenangan, serta penyerahan semua peralatan dan kelengkapan yang selama ini dipergunakan personel yang bersangkutan. 

Setelah semuanya dilucuti dengan pengawalan dua personel provost, personel yang bersangkutan tinggal mengenakan kaus dalam. Selanjutnya dia bersalin baju, mengenakan pakaian umum, dan lalu kembali ke barisannya dengan pengawalan kedua provost itu pula. Semuanya disaksikan publik. 

Menurut dia, dalam setahun terakhir cukup banyak oknum anggota Polda Sumatera Selatan dipecat akibat melakukan pelanggaran disiplin berat dan sejumlah pelanggaran hukum.

Polisi di jajarannya yang dipecat tidak dengan hormat dari berbagai kesatuan dan pangkat, katanya tanpa merinci oknum anggota dikenakan sanksi berat itu.

Dia menjelaskan, untuk meningkatkan kedisiplinan anggota, dia menginstruksikan komandan masing masing unit dan satuan wilayah untuk membina anggotanya.

Anggota yang masih bisa dibina akan tetap dipertahankan sedangkan yang tidak bisa lagi dibina dan terus melanggar disiplin, kode etik, dan pelanggaran hukum berat lain lebih baik dipecat. 
 

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2018