counter

Kades imbau puluhan KK di Puncak mengungsi

Kades imbau puluhan KK di Puncak mengungsi

Rawan longsor (ANTARA)

Cianjur (ANTARA News) - Kepala Desa Ciloto Tjutju Hidayat mengimbau sekitar empat puluh kepala keluarga warga Kampung Babakan Ngantay, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, untuk mengungsi ke tempat aman menjelang malam karena pergerakan tanah masih terjadi.

Bahkan mereka merasa cemas karena longsor susulan dan pergerakan tanah dapat terjadi kapanpun. Pasalnya jarak perkampungan dengan longsor Puncak Pass hanya berjarak beberapa puluh meter dari pemukiman warga.

"Setiap malam tiba, warga meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan ronda malam. Kalau hujan turun deras warga lain diimbau untuk mengungsi ke Balai Desa Ciloto, guna menghindari hal yang tidak diinginkan," kata Kepala Desa Ciloto Tjutju Hidayat pada wartawan, Selasa.

Saat ini, tutur dia, material longsor berupa lumpur dan bronjong batu hanya terhalang lapangan tenis kawasan Puncak Pass Hotel. Sehingga setiap hari pihaknya terus memantau dan mengimbau warga untuk waspada karena ditakutkan longsor susulan kembali terjadi.

Dia menjelaskan, saat ini yang terdampak longsor susulan di Puncak Pass, menyebabkan mes TNI yang ada di kampung tersebut rusak dan retak dibagian dinding dan lantai dan beberapa kamar hotel terancam terbawa longsor bronjong yang ambruk.

"Di lokasi longsor, pergerakan tanah terlihat masih terjadi meskipun kecil, beberapa bronjong yang semua masih berada di atas perkampungan mulai miring. Meskipun pekerja terlihat mulai mengerjakan tahap perbaikan penanganan," katanya.

Dia menambahkan, saat ini aktivitas Puncak Pass Hotel dihentikan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan karena longsor susulan masih mengancam kawasan tersebut. Namun sesuai dengan petunjuk Kementerian PUPR Jalur Puncak Pass masih aman untuk dilalui.

"Hotel Puncak Pass sejak terjadi longsor susulan sudah tidak beroprerasi. Kami tidak tahu persis sampai kapan aktivitas hotel akan berjalan normal karena proses perbaikan baru kembali dilakukan," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar