Komisi V berharap jalan Lintas Timur Kapuas Hulu Kalbar tembus Kaltim 2019

Komisi V berharap jalan Lintas Timur Kapuas Hulu Kalbar tembus Kaltim 2019

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus (kanan) meninjau pembangunan jalan pararel perbatasan Kalimantan Barat-Kalimantan Timur di Lintas Timur wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Rabu (5/4-2018). (Antara/Timotius)

Putussibau, Kalbar (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus meninjau pekerjaan pembangunan jalan paralel perbatasan Kalimantan di ruas jalan lintas timur Kapuas Hulu wilayah Kalimantan Barat yang menembus wilayah Kalimantan Timur.

Lasarus berharap tahun 2019, jalan Lintas Timur Kapuas Hulu itu sudah menembus wilayah Kalimantan Timur sehingga terbuka akses demi kepentingan masyarakat.

"Saya tahu benar sebelum ada jalan masyarakat Tanjung Lokang daerah Hulu Kapuas itu mengeluarkan biaya Rp4 - Rp5 juta untuk menuju Kota Putussibau," katanya ketika melihat langsung proses pembangunan jalan Lintas Timur Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Kamis.

Ia menekankan agar pelaksanaan pekerjaan pembangunan ruas jalan dari Putussibau, Kapuas Hulu Kalimantan Barat menuju batas Kalimantan Timur sepanjang 170 kilometer tersebut benar-benar sesuai kontrak pekerjaan dan sesuai target jalan paralel itu bisa menembus Kalimantan Timur.

Selain itu, Lasarus juga meminta agar masyarakat terus mendukung program pembangunan, apalagi wilayah Kapuas Hulu merupakan daerah perbatasan yang harus maju sebagai beranda terdepan Indonesia.

"Saya mewakili masyarakat Hulu Kapuas di Kapuas Hulu menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, jalan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat," kata Lasarus.

Senada dengan itu, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan jalan tersebut memang kebutuhan masyarakat di Hulu Kapuas yang selama ini sangat sulit diakses dan membutuhkan biaya cukup besar.

"Masyarakat sangat terbantu, tentu kita sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat sebab daerah kita ini mendapatkan perhatian khusus," ujar Nasir.

Pembangunan jalan itu, kata Nasir tidaklah gampang, melalui banyak proses karena harus melewati hutan lindung. "Kita harus komitmen mendukung pembangunan serta menjaga hutan," kata Nasir.



 

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar