counter

Pelita Jaya kembali hadapi Satria Muda di final IBL

Pelita Jaya kembali hadapi Satria Muda di final IBL

Arsip - Pebasket Pelita Jaya Basketball Giles Chester Jarell (kanan) berusaha mempertahankan bola dari hadangan pebasket Garuda Bandung Roderick Dion Fleming (kiri) dalam pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) Seri VIII di GOR Bimasakti, Malang, Jawa Timur, Minggu (25/2/2018). Pelita Jaya Basketball menundukkan Garuda Bandung dengan skor 74-60. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Jakarta (ANTARA News) - Pelita Jaya Basketball akan berjuang mempertahankan gelar juara saat menghadapi Satria Muda Pertamina di partai final Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017-2018 yang akan dilangsungkan pada 19-22 April 2018.

Hal itu dipastikan setelah Pelita Jaya berhasil memenangi laga ketiga semifinal Divisi Putih melawan Stapac Jakarta dengan skor akhir 77-76 lewat babak tambahan alias overtime di GOR C-Tra Arena, Bandung, Minggu.

Dengan demikian, sebagaimana dipantau dari laman IBL di Jakarta, Minggu, kemenangan itu membuat Pelita Jaya memenangi semifinal dengan skor 2-1 atas Stapac dan berhak menghadapi Satria Muda yang sudah lebih dulu memastikan satu tempat lain di final usai menyingkirkan BSB Hangtuah dengan skor 2-1.

Pertemuan Pelita Jaya dan Satria Muda tak ubahnya final ulangan edisi 2017 lalu, yang mengantarkan Pelita Jaya sebagai juara.

Dari laga Pelita Jaya versus Stapac, pertandingan ketat sejak menit pertama. Tiga menit kuarter satu berjalan, skor 6-6 usai forward Stapac Jakarta Rizky Effendi melesakkan tembakan dua angka.

Dua tembakan bebas sempurna point guard Dominique Williams membawa Stapac unggul jauh 19-12, sebelum kuarter itu berakhir dengan skor 19-15 untuk Stapac.

Di kuarter kedua, Pelita Jaya berusaha keras mengejar ketinggalan dan berhasil melakukkan satu menit jelang babak pertama berakhir melalui tiga poin Andrie Ekayana dan membuat skor menjadi 29-29.

Namun, Stapac tetap tak terbendung setelah tiga tembakan bebas Abraham Damar Grahita masuk yang membuat skor 35-29 untuk keunggulan Stapac di babak pertama.

Baca juga: Satria Muda tatap final

Baca juga: Xaverius Prawiro jadi pemain terbaik IBL 2017-2018


Dua poin Dominique Williams menit keempat kuarter ketiga membawa Stapac menjauh 43-36. Namun, meski terus menekan, Stapac tetap terdepan dengan skor 46-45.

Hanya tertinggal satu angka, Pelita Jaya meningkatkan intensitas serangan di kuarter keempat. Di fase ini, kedua tim bergantian memimpin skor.

Namun, meski sempat memimpin 67-65, Pelita Jaya gagal memenangkan laga karena dua tembakan bebas center Stapac M. Thoyib di detik terakhir kuarter keempat membuat pertandingan imbang 67-67 dan berlanjut ke over time.

Di babak tambahan, Stapac unggul 76-75 setelah Dominique Williams menorehkan tiga poin. Sayang, 10 detik jelang pertandingan berakhir Dominique Williams membuat pelanggaran terhadap guard Xaverius Prawiro.

Xaverius, yang merupakan MVP IBL 2017-2018, tidak menyianyiakan kesempatan tersebut dan memasukkan dua tembakan bebas tersebut. Skor pun menjadi 77-76 untuk kemenangan Pelita Jaya.

Center PJ Chester Giles menjadi bintang timnya di laga tersebut dengan membuat 17 poin dan 29 rebound.

Sementara di kubu Stapac, point guard Dominique Williams menjadi pendulang angka tertinggi dengan 25 poin, 3 rebound dan 3 assist.

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar