BMKG Jateng: waspadai langkisau selama peralihan musim

BMKG Jateng: waspadai langkisau selama peralihan musim

Ilutrasi akibat puting - Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memotong dan mengevakuasi pohon mangga yang ambruk menimpa rumah warga di Kelurahan Rejosari, Kawedanan, Kabupaten Magetan, Senin (27/11/2017). (ANTARA /Siswowidodo)

Semarang (ANTARA News) - BMKG Jawa Tengah meminta masyarakat waspada terhadap kemungkinan terjadinya angin langkisau atau puting beliung yang diprakirakan sering terjadi saat peralihan dari musim hujan ke kemarau.

"Secara umum Jawa Tengah akan memasuki kemarau mulai April hingga Juni," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jawa Tengah Iis Widya Harmoko di Semarang, Selasa.

Dia mengatakan terdapat cuaca ekstrem yang sering terjadi selama masa peralihan tersebut.

Selain puting beliung, lanjut dia, pada masa peralihan juga perlu diwaspadai terjadinya hujan lebat secara tiba-tiba dengan durasi antara 30 hingga 60 menit.

"Biasanya disertai angin kencang dan petir," ucap dia.

Adapun kawasan yang akan mengalami kemarau di Jawa Tengah, kata dia, berbeda-beda antara satu daerah dengan yang lain.

Hal itu, menurut dia, juga berdampak pada berbedanya masa peralihan di daerah-daerah itu.

Ia menjelaskan secara umum wilayah akan mengalami kemarau terlebih dahulu, yakni wilayah pantura barat dan timur, serta Wonogiri bagian selatan.

Daerah terakhir di Jateng yang akan mulai mengalami kemarau, yakni di kawasan dataran tinggi, seperti Wonosobo, Temanggung, Banjarnegara, dan sekitarnya.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Tim gabungan evakuasi 159 rumah rusak terdampak puting beliung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar