7 langkah bertransaksi aman dari Direktur Surveilans Sistem Keuangan BI

7 langkah bertransaksi aman dari Direktur Surveilans Sistem Keuangan BI

Ilustrasi mesin atm (Pixabay.com)

Jakarta (ANTARA News) - Kasus skimming belakangan kembali marak terjadi. Teknik untuk menduplikasi data dari kartu itu biasanya menyasar mesin transaksi perbankan di anjungan tunai mandiri (ATM).

Direktur Surveilans Sistem Keuangan Bank Indonesia, Y Budiatmaka, berbagi tujuh tips bertransaksi aman.

Langkah pertama, pilih lokasi ATM yang aman. "Kalau dekat bank biasanya aman karena dekat kantornya... Galeri dan sebagainya pasti aman," ujar Budiatmaka dalam diskusi "Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Kejahatan Skimming Perbankan," di Jakarta, Selasa.

Selanjutnya, pastikan terdapat CCTV. Langkah ketiga, sebelum melakukan transaksi, pastikan card reader dalam keadaan tidak tergores.

"Kalau menemukan kondisi ATM ada cacatnya, takutnya itu sudah dipasangi card reader. Tolong hati-hati lebih baik enggak transaksi dulu deh, lihat-lihat apakah ada yang mencurigakan," kata Budiatmaka.

Keempat, dia memengingatkan untuk selalu menutup keyboard dengan tangan saat hendak memasukkan pin.

Langkah berikutnya, setelah bertransaksi, jangan pernah tinggalkan struk begitu saja karena informasi tersebut berharga untuk penjahat.

"Bukti transaksi jangan kemudian ditempel di tembok atau dibuang di tempat sampah itu informasi yang sangat berharga, mending lebih baik dirobek atau dihancurkan," ujar Budiatmaka.

Keenam, ganti pin secara berkala. "Tapi, jangan buat pin yang sangat sulit yang akhirnya menyulitkan diri sendiri," sambung dia.

Terakhir, "jangan berikan pin itu kepada orang lain," tambah dia.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

98 nasabah BNI Kendari jadi korban skimming senilai Rp500 juta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar