Kebakaran lahap pasar sentral terbesar Manokwari

Kebakaran lahap pasar sentral terbesar Manokwari

Ilustrasi kebakaran di kawasan pasar - Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar toko konveksi di Kawasan Pasar Baru, Jakarta, Selasa (27/2/2018). (ANTARA/Wahyu Putro A)

Manokwari (ANTARA News) - Kebakaran melahap Pasar Tingkat Sanggeng yang merupakan pasar sentral terbesar di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Rabu, dan sebanyak 12 unit kendaraan taktis dikerahkan untuk menjinakkan api.

Belum ada keterangan resmi terkait kebakaran ini, baik dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun instansi terkait lainnya.

Kebakaran diduga akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, asap mulai kelihatan sekira pukul 04.30 WIT. Asap terlihat di salah satu lapak lantai dua dekat pintu masuk tengah.

"Sekitar jam setengah lima, asap sudah kelihatan. Kami langsung menyampaikan laporan ke Polres Manokwari agar mendapat penanganan cepat," kata Brigadir Nico, anggota Patroli Gabungan TNI-POLRI.

Hingga pukul 07.31 WIT, upaya pemadaman masih berlangsung. Meskipun kobaran api sudah tidak terlalu besar, petugas masih terus berupaya agar api benar-benar padam dan tidak merembet ke kios lain.

Sekira 28 lapak atau los pasar terbakar pada peristiwa ini. Belum diketahui pasti kerugian materiil yang dialami pedagang.

Baca juga: Delapan kios Pasar Langsa, Aceh ludes terbakar

Baca juga: Manokwari Selatan bangun pasar khusus hasil pertanian

Baca juga: Kunjungan ke-8 Jokowi ke Papua, apa saja yang akan didatangi?


Pasar Tingkat Sanggeng ini merupakan salah satu pasar tertua di Manokwari. Berbagai macam komoditas dari pangan, pakaian hingga barang elektronik dijual di pasar tersebut.

Kebakaran ini tidak menimpa seluruh lapak, namun hanya terjadi di lantai 2 gedung satu pasar tersebut. Pemadaman dilakukan menggunakan tiga kendaraan watercannon, mobil pemadam kebakaran, dan mobil tangki air milik masyarakat.

Kepolisian, petugas dari BPBD, petugas Damkar, pedagang serta masyarakat berjibaku memadamkan api.

Pewarta: Toyiban
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar