Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perdagangan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok), terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018.

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag Dody Edward dalam rapat koordinasi daerah (rakorda) di Padang, Sumatra Barat, menyatakan bahwa berdasar hasil pemantauan pasar tradisional di Bukittinggi dan Padang menunjukkan harga bapok relatif stabil dan pasokan aman dalam beberapa bulan ke depan.

"Untuk itu Kemendag bersama pemda setempat harus bekerja sama menjaga stabilitas harga dan ketersedian pasokan," kata Dody, dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis.

Rakorda di Padang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rakornas HBKN di Bandung pada 23 Maret 2018. Dalam Rakornas tersebut, Mendag menjelaskan empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN tahun ini.

Pertama, melalui penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok, harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, penataan dan pembinaan gudang, serta perdagangan antarpulau.

Dody menambahkan, sejauh ini, tercatat para pedagang yang mendaftarkan usahanya di Kemendag masih terus kita dorong. Hal ini tentu karena banyaknya kebijakan yang baru, sehingga kita perlu terus-menerus memfasilitasi sehingga kebijakan tersebut dapat diketahui secara luas oleh masyarakat.

Kedua, melalui penatalaksanaan yaitu melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha, fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha, serta penugasan Perum Bulog.Rakorda di 34 provinsi dijadwalkan antara H-45 dan H-30 puasa.

Langkah ketiga adalah, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kemendag bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia. Langkah tersebut untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok.

Keempat, melalui upaya khusus yaitu penetrasi ke pasar rakyat dan toko swalayan.

"Mulai sekarang perlu diantisipasi, apalagi saat ini sudah H-33. Kita perlu pastikan kecukupan pasokan dan harga yang stabil di Sumatra Barat," kata Dody.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga bapok di Bukittinggi dan Padang relatif stabil.

Tercatat harga di pasar tradisional untuk beras Rp12.000 per kilogram, atau masih di atas HET, minyak goreng curah Rp11.000 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp12.000 per kilogram.

Sementara pasokan beras di gudang Bulog Divre Sumatra Barat mencapai 15.000 ton, atau cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk enam bulan kedepan dan memasuki puasa dan Lebaran.

Kemendag juga memberikan teguran lisan kepada ritel lokal di Bukittinggi dan Padang yang menjual harga bahan pokok diatas HET, dan juga menyarankan kepada toko ritel untuk memasang spanduk yang memuat informasi ketersediaan beras, minyak goreng kemasan sederhana, gula, dan daging beku sesuai HET.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2018