counter

Kunjungan Presiden bukti perhatian khusus bagi Papua

Kunjungan Presiden bukti perhatian khusus bagi Papua

Presiden Joko Widodo berboncengan dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyapa warga saat kunjungan kerja di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (12/4/2018). Kunjungan kerja Presiden ke Asmat diantaranya untuk pemberian gizi makanan tambahan bagi ibu hamil dan anak-anak, memeriksa pembangunan tampungan air hujan serta pembangunan rumah bagi warga Asmat. (ANTARA /Puspa Perwitasari)

Jayapura (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menilai kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan bukti perhatian khusus dari pusat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua dan mempermudah akses di bidang ekonomi.

Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Ani Rumbiak kepada Antara di Jayapura, Jumat, mengatakan kunjungan Presiden Jokowi yang kedelapan kalinya ini juga menunjukkan adanya perhatian khusus mengenai pembangunan di Bumi Cenderawasih.

"Dari kunjungan tersebut juga nampak peningkatan akses pembangunan untuk masyarakat yang akan melakukan transaksi ekonomi dengan didukung oleh transportasi," katanya.

Menurut Ani, misalnya saja pembukaan jalur perdagangan lintas batas antar negara berarti ada penambahan pendapatan per kapita atau indeks manusia Papua.

"Pembukaan jalur perdagangan ini juga sedikit banyaknya dipengaruhi oleh kunjungan-kunjungan Presiden Jokowi yang lalu-lalu di perbatasan Papua," ujarnya.

Dia menjelaskan selain itu, kunjungan Presiden Jokowi ke Pasar Mama-Mama Papua pada Rabu (11/4) dapat menutup kesenjangan antar pedagang asli dan bukan asli, di mana kesemuanya diberikan perhatian yang sama.
 


Sebelumnya, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua pada Rabu (11/4) hingga Jumat (13/4) untuk meninjau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yakni Jembatan Holtekamp, penyerahan sertifikat tanah, peninjauan Pasar Mama-Mama Papua hingga berkunjung ke Kabupaten Asmat.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Papua, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Staf Khusus Presiden Johan Budi, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar