Bandung (ANTARA News) - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan jumlah korban yang tewas akibat miras oplosan di wilayah hukum Jawa Barat hingga saat ini mencapai 61 orang.

"Salah satu hal lain yang berkaitan dengan narkotika itu adalah miras dan hingga saat ini korban meninggal dunia akibat miras oplosan di Jawa Barat bertambah, menjadi 61 orang. Itu hampir dua peleton," kata Irjen Pol Agung Budi Maryoto, di Bandung, Minggu.

Ditemui usai menjadi pembicara pada talk show kampanye bahaya narkoba yang diadakan oleh Citilink Indonesia-BNN, Kapolda Jawa Barat mengatakan jumlah korban tewas akibat miras paling banyak ada di Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Baca juga: Di Kalsel, penjual miras oplosan dijerat pasal berlapis, tak hanya tipiring

"Jadi 61 orang itu diantaranya ada yang di Cicalengka saja itu 42 orang, di Polrestabes Bandung tujuh, tambahan di Cianjur ada dua orang, di Ciamis satu orang, kemudian di Palabuhan Ratu, Sukabumi itu ada tujuh orang juga," kata dia.

Kepolisian Daerah Jawa Barat, menurut dia, terus memburu para produsen dan penjual miras oplosan karena dampak yang diakibatkan oleh miras oplosan tersebut sudah sangat memkhatirkan.

"Kita terus kejar mereka, kita akan kembangkan terus nanti kalau sudah dapat tsk-nya (tersangka) kita bisa kembangkan lagi, kita lihat nanti," kata dia.

Baca juga: Korban tewas kasus miras oplosan mencapai 89 orang

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018