counter

Tekan harga, iPhone 6S Plus akan dibuat di India

Tekan harga, iPhone 6S Plus akan dibuat di India

CEO Apple, Tim Cook, memperkenalkan iPhone 6S dan iPhone 6S Plus dalam sebuah acara yang digelar di di Bill Graham Civic Auditorium di San Francisco, California, Rabu siang waktu setempat (9/9/2015) atau Kamis dini hari waktu Indonesia. (apple.com)

Jakarta (ANTARA News) - Apple iPhone 6S Plus mungkin akan diproduksi di pabrik baru yang terletak di India selatan demi menekan harga jualnya di negara tersebut.

Produk ini diperkirakan akan mulai diproduksi di manufaktur yang terletak di Bengaluru dalam dua pekan. Apple berusaha menekan harga iPhone di India karena pemerintah setempat menaikkan pajak ponsel asing, seperti dikutip dari laman The Verge.

Februari lalu pemerintah India menaikkan tarif ponsel pintar 15-20 persen sehingga Apple harus mengambil langkah agar harga iPhone kompetitif. Menurut laporan The Economic Times dengan manufaktur lokal, harga akan berkurang 6-7 persen untuk pasar domestik India.

Harga tersebut akan membuat Apple setara dengan OnePlus dan beberapa model keluaran Samsung.

Cara lain untuk menurunkan harga, Apple harus membuat komponen dan pengemasan di dalam India demi menekan biaya tambahan. Awal bulan ini, pemerintah India mengumumkan pajak 10 persen untuk circuitboard, modul kamera, konektor dan komponen lainnya. 

iPhone 6s Plus merupakan produk Apple terpopuler di India karena lebih terjangkau dibandingkan iPhone 8 atau X, namun, menawarkan beberapa fitur yang sama, seperti layar 5,5 inci retina display, kamera 12MP dan kemampuan merekam video 4K.

Sebagai nilai tambah, iPhone 6S Plus masih tersedia dalam warna rose gold yang kini mulai ditinggalkan oleh iPhone baru.

6S Plus akan menjadi model kedua yang dirakit di India, iPhone SE juga popular di pasar tersebut karena merupakan produksi lokal sehingga harganya lebih murah.

Tapi, iPhone 6S Plus tidak sepenuhnya dibuat di India sehingga akan dikenakan sejumlah pajak lagi.
 

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar