Sutradara Italia Vittorio Taviani meninggal dunia

Sutradara Italia Vittorio Taviani meninggal dunia

Sutradara Vittorio Taviani dalam konferensi pers setelah upacara penghargaan during a 62nd Berlinale International Film Festival di Berlin pada 18 Februari 2012 (REUTERS/Tobias Schwarz)

Roma (ANTARA News) - Sutradara Italia, Vittorio Taviani, yang membuat lebih dari 20 film bersama kakaknya, Paolo, meninggal dunia pada usia 88, kata keluarganya, Minggu waktu setempat. 

Dilansir Reuters, adik-kakak ini bekerjasama selama lebih dari setengah abad membuat beberapa film paling terkenal dari bioskop Italia pasca-Perang, termasuk Padre Padrone, yang mendapatkan penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes 1977.

Drama penjara Caesar Must Die --doku-drama di mana pembunuh dan mafiosi melakukan hal serupa tragedi Shakespeare dalam penjara Italia yang ketat-- memenangkan penghargaan Golden Bear untuk film terbaik di Festival Film Berlin 2012.

"Kematian Vittorio Taviani adalah kehilangan besar untuk bioskop dan budaya Italia," kata Presiden Sergio Mattarella dalam sebuah pernyataan, memuji "karya tak terlupakan" yang dibuat dengan adiknya.

Kakak-adik ini mengembangkan hubungan kerja yang unik, bergantian untuk mengarahkan adegan individu dalam film mereka dan tidak pernah ikut campur saat yang lain sedang mengambil alih.

"Kami memiliki karakter yang berbeda tetapi sifat yang sama. Pilihan kami dalam kehidupan dan seni itu sama," kata Vittorio koran Guardian dalam wawancara pada 2013.

Mereka sering mengadaptasi literatur tingkat tinggi, termasuk karya-karya penulis Italia, Luigi Pirandello (Kaos dan You Laugh), karya penulis Rusia, Leo Tolstoy (Resurrection dan Night Sun) serta Johann Wolfgang von Goethe (Elective Affinities).

Film terakhir yang disutradarai keduanya adalah Wonderous Boccaccio pada 2015, yang diangkat dari cerita The Decameron oleh penulis Giovanni Boccaccio.

Vittorio Taviani lahir di San Miniato, Tuscany, pada 1929. Dia memulai kehidupan profesionalnya sebagai wartawan sebelum bergabung dengan saudaranya, awalnya membuat film dokumenter sebelum berganti ke film bioskop.

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar