Bupati Talaud ditantang jadikan Miangas destinasi wisata

Bupati Talaud ditantang jadikan Miangas destinasi wisata

Miangas (FOTO ANTARA/ Basrul Haq)

Manado (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menantang Bupati Talaud untuk menjadikan Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud salah satu destinasi pariwisata favorit di wilayah ujung utara itu.

"Saya tantang Bupati Talaud untuk mengembangkan Pulau Miangas sebagai salah satu lokasi tujuan wisata," kata Gubernur Olly di Manado, Senin.

Caranya, kata Gubernur, pemerintah kabupaten menganggali dan mengidentifikasi potensi yang paling prospektif yang bisa dikembangkan di pulau yang berbatasan dekat dengan negara tetangga Filipina itu.

"Setiap daerah pasti memiliki potensi pariwisata, bukan tidak mungkin juga Miangas memiliki ketertarikan tertentu, apalagi pulau ini berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina," ujarnya.

Dari sisi fasilitas, kata dia, salah satu pulau terluar di provinsi berpenduduk lebih dari 2,4 juta jiwa itu telah memiliki bandara yang bisa diakses langsung para wisatawan.

"Sekarang ini tinggal bagaimana pemerintah daerah mengelola potensi apa yang bisa diandalkan menjadi destinasi wisata," katanya.

Apabila Miangas dijadikan sebagai salah satu destinasi pariwisata, lanjut dia, akan memberikan kontribusi langsung bagi pendapatan daerah.

"Pemerintah provinsi berharap mendapat dukungan penuh masyarakat di pulau tersebut sehingga ke depan bisa meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.

Pulau Miangas, lanjut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu tetap menjadi prioritas pembangunan sesuai dengan program "Nawa Cita" Presiden Joko Widodo, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

"Kebutuhan bahan bakar minyak juga akan terus diperbaiki mengingat Talaud dan pulau Miangas sudah banyak kemajuan. Kebutuhan tenaga pengajar di sekolah di pulau ini juga akan ditambah agar pendidikan lebih maju lagi," harapnya.
 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar