counter

Laporan dari Saudi

Liga Arab serukan dunia tak ikuti jejak AS terkait Yerusalem

Liga Arab serukan dunia tak ikuti jejak AS terkait Yerusalem

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berbincang dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmad Aboul Gheit, menjelang KTT Liga Arab di Dhahran, Arab Saudi, Minggu (15/4/2018). (REUTERS/Hamad I Mohammed)

Al Khobar, Arab Saudi (ANTARA News) - Para pemimpin negara-negara anggota Liga Arab mengakhiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-29 mereka, Minggu (15/4), dengan mengeluarkan Deklarasi Dhahran yang memuat dukungan tiada henti pada perjuangan rakyat Palestina serta seruan kepada negara manapun agar tidak mengikuti jejak Amerika Serikat terkait Yerusalem.

"Kami menyerukan negara-negara di dunia agar tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem maupun mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," demikian isi Deklarasi Dhahran yang diperoleh Antara di Al Khobar, Senin pagi.

Isu Palestina menjadi agenda terpenting KTT yang berlangsung sehari di Dhahran, kota administrasi industri minyak dan gas Arab Saudi yang wilayahnya masuk perluasan Kota Metropolitan Dammam, ini.

Bahkan, Raja Salman mengibaratkan KTT Liga Arab di negaranya itu yang berlangsung di aula Pusat Budaya Dunia Raja Abdulaziz, Dhahran, itu sebagai KTT Al Quds atau KTT Yerusalem.

Dalam Deklarasi Dhahran itu, para pemimpin dan ketua delegasi negara-negara Liga Arab yang hadir menegaskan kembali sikap mereka bahwa masalah Palestina merupakan prioritas utama seluruh bangsa Arab dan Al Quds Timur adalah ibu kota negara Palestina merdeka.

Mereka menekankan pentingnya mewujudkan perdamaian abadi dan menyeluruh di Timur Tengah sebagai pilihan strategis yang sudah tertuang dalam Inisiatif Damai Arab.

Keputusan Amerika Serikat yang mengakui Al Quds atau Jerusalem sebagai ibu kota Israel mendapat kecaman. Sebaliknya, para pemimpin Liga Arab memastikan Jerusalem Timur akan tetap menjadi ibu kota Palestina merdeka.

Mereka pun menuntut pelaksanaan semua resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Al Quds. Resolusi tersebut menekankan tidak sahnya semua tindakan Israel yang mengubah status Jerusalem Timur dan perampasan atas identitas otentik Arab di sana.

Terkait dengan Masjid Al-Aqsa, para pemimpin Liga Arab mempertimbangkan Pemerintah Yordania sebagai satu-satunya pihak yang bertanggungjawab terhadap pengurusan, pemeliharaan, dan akses ke salah satu masjid terpenting Umat Islam itu.

Baca juga: Liga Arab dorong PBB buat definisi terorisme

Baca juga: Liga Arab serukan penghentian kekejaman terhadap Rohingya

Baca juga: Raja Salman: Palestina isu terpenting Liga Arab

Baca juga: Pesan dari Gedung Budaya untuk pemimpin Arab

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar