Industri cat optimistis dengan pasar Indonesia

Industri cat optimistis dengan pasar Indonesia

Prssiden Direktur PT PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) Jun De Dios (tengah) berkolaborasi dengan perancang busana saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Senin. (ANTARA News/ Sella Panduarsa Gareta)

Jakarta (ANTARA News) - Pelaku industri cat dinding dekoratif terkemuka Dulux mengaku masih optimistis dengan pasar di Indonesia, mengingat sektor konstruksi di Tanah Air terus berkembang.

"Kami masih optimistis dengan pasar Indonesia. Kami yakin pasar juga akan terus berkembang mengingat Produk Domestik Indonesia terus tumbuh positif," kata Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) Jun De Dios di Jakarta, Senin.

Untuk itu, Dulux percaya diri memperkenalkan Dulux Ambiance sebagai inovasi warna baru dengan menggandeng Fation Nation 2018, yang menghadirkan kreasi mode yang terinspirasi dari warna-warna Dulux Ambiance.

Jun de Dios menambahkan, sama halnya dalam mengeksplorasi mode, pilihan cat interior Dulux Ambiance juga memberikan kebebasan berimajinasi dan bereksperimen setiap saat.

“Kolaborasi Dulux dengan para desainer merupakan cara yang istimewa dalam menyampaikan dan menyoroti tren baik di konsep interior maupun mode,” ujarnya.

Perancang busana tanah air Barli Asmara dan Diana Couture menghadirkan sekitar 10 rancangannya yang memilih warna dari Dulux Ambiance seperti linen dan velvet untuk diaplikasikan dalam rancangan pakaian.

Koleksi pakaian Barli, "Monarque Metalique", diperagakan dengan tema "Create Your Own Fashion Statement" di mal Senayan City, Jakarta.

“Warna-warna ini cocok digunakan oleh masyarakat Indonesia yang berkulit sawo matang. Dan memang inti dari inspirasi ini adalah tergantung pada diri anda sendiri,” ujar Barli.

Sementara itu, Diana menyampaikan bahwa yang terpenting dalam memadu-padankan mode adalah menjadi diri sendiri dan tidak memaksakan diri untuk mengikuti orang lain.

“Jadi ‘be yourself’. Jangan sampai kita memaksakan diri untuk mengikuti mode orang lain sementara kita sendiri tidak nyaman,” ujarnya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar