183 rumah di dua kecamatan Aceh Barat terendam banjir

183 rumah di dua kecamatan Aceh Barat terendam banjir

Dokumentasi Seorang anak melintasi banjir Desa Teupin Peuraho, Kecamatan Arongan Lam Balek, Aceh Barat, Aceh, Senin (23/1/2017). Banjir akibat meluapnya sungai Woyla setelah diguyur hujan deras sejak Sabtu (21/1/2017) itu mengakibatkan ratusan rumah warga, sekolah dan sejumlah jalan terendam banjir. (ANTARA/Syifa Yulinnas)

Meulaboh (ANTARA News) - Sebanyak 183 rumah di dua kecamatan Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh dikepung banjir akibat tingginya intensitas curah hujan mengguyur selama dua hari terakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Syahluna Polem, di Meulaboh, Senin, menuturkan, banjir terjadi sejak Minggu (16/4), dua kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Bubon dan Woyla.

"Siang ini banjir sudah berangsur surut, namun karena kondisi cuaca terlihat sangat mendung sangat berpotensi menambah debit air karena itu masyarakat kita mintakan waspada, terutama yang tinggal di dekat daerah aliran sungai," katanya.

Di Kecamatan Woyla seperti Desa/ Gampong Cot Murong, Cot Lagan, Gle Siblah dan Suak Trieng, sementara di Kecamatan Bubon mencakupi satu desa, yakni Desa Layung, dengan total korban terdampak banjir 183 kepala keluarga (KK) dengan 523 jiwa.

Dirinya bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) serta beberapa unsur terkait lainnya turun ke lokasi banjir Desa Layung, Bubon yang mana hingga Senin (16/4) siang dilaporkan masih tergenang oleh air yang berasal dari luapan sungai yang melingkari kawasan setempat.

Data yang dirilis Pusat data dan laporan operasi (pusdalops) BPBD Aceh Barat, TRC masih disiagakan di lokasi memantau perkembangan banjir, namun hingga laporan itu disampaikan belum ada warga yang menggungsi serta tidak ada korban jiwa.

"Perkembangan terkini, banjir di Gampong Gle Siblah, Suak Tring, Cot Lagan dan Cot Murong Kecamatan Woyla sudah surut. Masyarakat di Gampong Layung, informasi dari Kechik/ Kepala Desa mereka belum ada yang mengungsi,"imbuhnya.

Banjir juga merendam hektaran tanaman padi dan hasil panen petani terseret arus, banjir juga merendam dua unit mesin perontok padi serta dua unit mesin hand traktor di Gampong Layung, Kecamatan Bubon, ketinggian banjir 30 sentimeter hingga 50 cm.

Selain merendam pemukiman dan lahan pertanian, banjir juga sempat memutuskan akses transportasi di lintasan Ateung Teupat, Kecamatan Bubon, pada Minggu sore, pengguna roda dua terpaksa naik becak dayung serta rakit.

Akses jalan Meulaboh tujuan Wolya dan sebaliknya siang ini sudah bisa di lewati oleh kenderaan roda dua maupun roda empat. Banjir kali ini disebabkan oleh debit air Krueng/ Sungai Layung meluap,"pungkasnya.

Sementara itu dari prakiraan cuaca yang disampaikan Pusdalops BPBD, bahwa potensi curah hujan akan mengguyur wilayah setempat, kondisi mendung memberi isyarat akan turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada malam hari.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar