counter

Enam rumah rusak karena puting beliung di Sumbar, terjadi banjir juga

Enam rumah rusak karena puting beliung di Sumbar, terjadi banjir juga

Foto dokumen: atap rumah rusak akibat puting beliung. (ANTARA /Aloysius Jarot Nugroho)

Lubukbasung, Sumbar (ANTARA News) - Sebanyak enam unit rumah rusak akibat angin puting beliung di Labuh, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin sekitar pukul 15.45 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Wahyu Bestari di Lubukbasung, Senin, mengatakan, enam rumah warga itu mengalami rusak ringan hingga berat.

"Ini data sementara dan kami masih menghimpun data kerusakan rumah akibat angin puting beliung di Labuh, Nagari Canduang, Kecamatan Canduang," ujarnya.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini dan total kerugian sekitar Rp200 juta.

Saat ini, korban atas nama Edison mengungsi ke rumah keluarga. Sedangkan lima korban lainnya tetap berada di rumahnya.

Anggota satuan tugas BPBD setempat telah berada di lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan kepada korban.

"Anggota satuan tugas BPBD setempat langsung ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari warga" katanya.

Pada Sabtu (14/4), banjir juga melanda Tompek, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, mengakibatkan satu jembatan rusak berat sehingga akses transportasi masyarakat setempat terganggu.

Lalu, banjir melanda Sungai Nibuang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjungmutiara hingga menggenani rumah warga dengan kedalaman air 30-40 centimete.

Di Gasan Kaciak, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjungmutiara, 30 rumsah warga tergenang setinggi 30 centimeter .

Banjir merendam badan jalan di Cacang Randah, Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjungmutiara, mengakibatkan badan jalan menghubungkan Cacang Randah menuju Bukit Malintang terban sepanjang enam sampai tujuh meter.

"Kondisi jalan hanya bisa dilewati dengan kendaraan roda dua," katanya.

Dengan kejadian ini, pihaknya mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara menjauhi lokasi rawan longsor, banjir dan tidak berada di sekitar pohon saat curah hujan tinggi disertai angin kencang melanda daerah itu.

"Ini harus dilakukan agar terhindar dari korban jiwa," katanya.

Baca juga: 86 rumah di Tanah Datar dirusak angin

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar