counter

PSI usung calon terbaik Bacaleg 2019

PSI usung calon terbaik Bacaleg 2019

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Jakarta (ANTARA News) - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berdiri adalah untuk mengisi ruang demokrasi dengan mengusung putra-putri terbaik menjadi bakal calon anggota legislatif, baik di tingkat DPR RI maupun di Provinsi dan Kabupaten/Kota.

"Karenanya PSI sangat serius melakukan rekruitmen bakal caleg di setiap daerah pemilihan," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PSI, Sumardy dalam keterangan persnya di jakarta, Senin.

Sumardy menyatakan “Awalnya kami cukup khawatir, sebagai partai baru, normalnya PSI mempermudah orang untuk mendaftar, ini malah pakai seleksi, buat tulisan, presentasi".

Ternyata kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Pada tanggal 14 dan 15 April 2018, seluruh Struktur PSI di Provinsi dan Kabupaten/Kota menggelar penjaringan Bacaleg untuk tingkat DPRD I dan DPRD II.

Sumardy menambahkan “Penjaringan caleg ini melibatkan tim juri independen yang merupakan tokoh dan figur yang tidak diragukan kredibilitas dan integritasnya. Dengan profil juri yang bagus, harapan kami nama-nama yang lolos juga tentu sesuai dengan kriteria PSI".

Mengingat luas wilayah Dapil dan banyaknya bacaleg yang dibutuhkan, Sumardy meyakini bahwa PSI sudah siap dengan nama-nama Caleg sebelum pendaftaran dibuka oleh KPU.

"Sejak proses awal hingga Penjaringan Bacaleg serentak yang baru saja dilaksanakan sudah memenuhi 50-60 persen dari total kebutuhan Bacaleg. Kami masih memiliki waktu sampai awal Juli 2018, sebelum KPU resmi membuka pendaftaran. Cukup optimis kami bisa tuntas sebelum itu," kata Sumardy.

Dia menambahkan, tes wawancara ini merupakan wujud komitmen PSI untuk mencari para bacaleg secara terbuka dan transparan. Bukan hanya di pusat, tapi juga di daerah.

"Publik bisa melihat secara langsung prosesnya. Setelah itu pun mereka bisa memberikan masukan terkait para bakal calon yang mendaftar," kata Sumardy.

Pewarta: Ruslan Burhani
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar