STAIMI mengingatkan pentingnya muamalah syariah

STAIMI mengingatkan pentingnya muamalah syariah

Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Drs Azrul Tanjung MSi menerima Buku Buku Muamalah Syariah Keluarga Barokah dari Prof Dr Ir Sudarsono MSc Ketua STAIMI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Jakarta disaksikan penulisnya Dr. Ardito Bhinadi, Prof. Abdullah Syam (Ketua LDII) kedua dari kiri dan Ir. Prasetyo Sunaryo MT dari ICMI di Jakarta, Senin (16/4/2018). (istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Pentingnya pemahaman akan kehidupan yang barokah, Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurooosyidiin (STAIMI) menghadirkan Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) MUI, Azrul Tanjung dan Dr Ardito Bhinadi penulis buku "Muamalah Syariah Hidup Barokah" untuk dibedah.

Para pembedah diantaranya Ir Prasetyo Sunaryo dari ICMI dan jajaran struktural STAIMI di Aula kampus STAIMI Lubang Buaya, Jakarta Timur, Senin.
 
Buku yang berisi enam bab membahas mengenai bentuk-bentuk bisnis yang berkembang di tengah-tengah masyarakat saat ini. Beberapa bentuk bisnis yag dibahas dalam bagian ini adalah bisnis online, investasi reksadana, e-commerce, dan pemasaran berjenjang (multi level marketing)

Prof. Dr. Ir. Sudarsono Msc, Ketua STAIMI mengatakan "Pengetahuan yang ada dalam buku ini mengingatkan semua komponen masyarakat dan penyelenggara negara akan adanya rambu-rambu agama yang harus dipatuhi sehingga dalam melakukan kegiatan transaksi ekonomi harus dipikirkan dampak moral dan akhlaknya".

Buku yang sarat dengan petunjuk berperilaku dalam menyikapi sistuasi ekonomi saat ini mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa terutama para pemangku kepentingan yaitu pemerintah sebagai regulator, pelaku usaha dan konsumen untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam membelanjakan uangnya baik dalam bentuk investasi, hutang piutang maupun konsumsi yang berpotensi pada pelanggaran norma dan kaidah agama.

Sementara itu, Aselina Trihastuti MBA, Ketua Jurusan Ekonomi Syariah STAIMI mengatakan perguruan tinggi harus pro-aktif dalam memberi kontribusi pada pemerintah dan masyarakat luas dengan memberikan pengetahuan yang bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga kehidupan lingkungan sosial.

Pergeseran sistem politik, ekonomi, sosial dan budaya menuntut perguruan tinggi saat ini untuk memiliki kelebihan dan mampu memodifikasi pembelajaran formal dengan berbagai metode untuk pengkayaan pengetahuan agar bisa menciptakan insan paripurna yang dapat meningkatkan derajad martabat generasi Indonesia.

"Dengan melakukan berbagai kegiatan seperti halnya bedah buku, merupakan bukti bahwa sekolah tinggi kami sangat menghargai karya ilmuwan dan ingin menjadikannya sebagai model bagi para mahasiswa dan pendidik untuk produktif dalam menulis, memperkaya perpustakaan Indoneia," tambah Aselina.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar