Surya Pertiwi akan IPO dengan harga Rp1.160 - Rp1.520 per lembar saham

Surya Pertiwi akan IPO dengan harga Rp1.160 - Rp1.520 per lembar saham

Seorang karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (7/3/2018). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta (ANTARA News) - Distributor produk saniter, PT Surya Pertiwi, akan melepaskan sebagian sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada kisaran harga Rp1.160 - Rp1.520 per lembar saham.

"Untuk memaksimalkan perolehan dana IPO, perseroan akan menawarkan sahamnya hingga ke luar negeri," ujar Presiden Direktur Surya Pertiwi, Tjahjono Alim, di Jakarta, Senin.

Ia megemukakan bahwa dalam aksi korporasi itu, perusahaan akan melepas sebanyak 700 juta saham baru atau sekitar 26 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Dengan demikian, perusahaan akan memperoleh dana sekitar Rp812 miliar hingga Rp 1,06 triliun.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Ciptadana Sekuritas Asia, Ferry Budiman Tanja selaku penjamin pelaksana emisi IPO mengatakan, sekitar 50 persen dana dari hasil IPO akan digunakan Surya Pertiwi untuk membayar utang perbankan, sekitar 25 persen untuk belanja modal anak usaha, dan sisanya untuk modal kerja perusahaan.

Dalam aksi korporasi itu, lanjut dia, perseroan memberi kesempatan kepada pengawai Surya Pertiwi untuk memliki saham perseroan melalui program alokasi saham pengawai, dengan jumlah sebanyak-banyak 10 persen dari total saham yang ditawarkan.

Tercatat, hingga periode 31 Desember 2017, Surya Pertiwi membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,14 triliun, tumbuh dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp2,071 triliun.

Masa penawaran awal (book building) IPO itu akan dilaksanakan pada 16-24 April 2018. Mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditargetkan pada 3 Mei 2018, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia ditargekan pada 14 Mei 2018 mendatang.

Baca juga: BEI: Wika Realty akan IPO tahun ini

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar