Siberia butuh tekstil dan alas kaki Indonesia

Siberia butuh tekstil dan alas kaki Indonesia

Duta Besar Republik Indonesia untuk Moskow, M. Wahid Supriyadi (ANTARA FOTO/Suwandy)

London (ANTARA News) - Ketua Kadin Siberia Tengah, Rafael Shageev dalam pertemuannya dengan Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi menyampaikan minatnya untuk mengimpor produk tekstil dan alas kaki dari Indonesia karena mutunya baik.

Hal itu disampaikan Rafael Shageev, di tengah-tengah pertemuan Krasnoyarsk Economic Forum (KEF), demikian Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow,Enjay Diana kepada Antara London, Selasa.

Dubes menyambut baik keingingan tersebut dan berjanji akan menghubungkannya dengan pelaku usaha di Indonesia. Selama ini Indonesia mengekspor produk keramik dan furnitur ke ProVinsi Krasnoyarsk, sementara Indonesia mengimpor produk aluminium dari wilayah tersebut.

"Total perdagangan mencapai sekitar 12 juta dolar AS," katanya.

Ketua Kadin Siberia Tengah menawarkan produk gandum mengingat sekitar satu juta ton gandum dari provinsi tersebut setiap tahunnya tidak terserap di pasar lokal dan akan menindaklanjuti hasil pertemuan dan akan mengirim timnya ke KBRI Moskow serta mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta Oktober mendatang .

Sementara itu, dalam pertemuannya dengan Plt. Gubernur Krasnoyarsk, Alexander Uss, Dubes menyampaikan peluang kerja sama antara Provinsi Krasnoyarsk dengan Indonesia.

Pada tahun lalu perdagangan Indonesia dan Rusia meningkat 25 persen menjadi 3,27 miliar dolar AS di tengah perekonomian dunia yang stagnan. Namun angka ini kecil jika dibandingkan dengan potensi yang ada di kedua negara.

Dubes mengundang Alexander untuk hadir pada Festival Indonesia yang akan diadakan di Krasnaya Presnya Park, Moskow tanggal 2-5 Agustus mendatang.

Selain bidang ekonomi dan perdagangan, Gubernur Alexander menginginkan hubungan sosial budaya yang lebih dekat dan berharap akan banyak mahasiswa Indonesia melanjutkan kuliah di perguruan tinggi di Krasnoyarsk dan suatu ketika ada Pekan Budaya Indonesia di kotanya.

Dubes Wahid juga berkesempatan mengunjungi salah satu pabrik aluminium terbesar di dunia, Rusal dan pusat pembangkit tenaga air yang mampu memproduksi sekitar 6,6 giga watt listrik.

Rusal sedang melakukan negosiasi dengan PT Inalum dan Antam untuk melakukan investasi di bidang smelter di Kalimantan Barat. Di Rusal, Wahid diterima Direktur Keuangan Rusal Krasnoyarsk Alumunium Industry, Anderi Matveeva dan meninjau langsung pabrik aluminium terbesar di Rusia tersebut.

Dalam KEF yang berlangsung tanggal 12 sampai 14 April lalu. Dubes Wahid yang menjadi panelis menyampaikan besarnya peluang kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi antara kedua negara dan diharapkan dalam kunjungan Presiden Putin ke Indonesia tahun ini akan ditandatangani perjanjian "Strategic Partnership".

Saat berkunjung ke Provinsi Krasnoyarsk, Dubes Wahid ditemani Minister Counsellor Ekonomi Edi Suharto, Atase Perdagangan Faird Amir dan Direktur Eksekutif Russia Indonesia Business Council (RIBC) Maria Avdeeva.

Krasnoyarsk adalah salah satu propinsi yang kaya tambang di wilayah Siberia Tengah, sekitar 4 jam naik pesawat dari Moskow. Luas propinsi ini adalah 3,48 juta km2 atau sekitar 18 kali dari Pulau Jawa.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar