Delapan siswa SDN Cianjur keracunan setelah mengonsumsi minuman kemasan

Delapan siswa SDN Cianjur keracunan setelah mengonsumsi minuman kemasan

Ilustrasi (grafis)

Cianjur (ANTARA News)- Delapan orang siswa SDN Peuteuy Condong di Desa Peuteuy Condong, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, mendapat perawatan medis di puskesmas setempat karena diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi minuman kemasan.

Guru olahraga SDN Ahmad Mubarok pada wartawan Selasa, mengatakan, selang beberapa saat setelah melakukan olahraga beberapa orang siswa kelas III, mendapat minuman kemasan dari seorang siswa yang diseduh dengan air putih.

Selang beberapa menit mengkonsumsi minuman tersebut, delapan orang siswa mengeluhkan pusing dan mual-mual, bahkan beberapa orang diantaranya langsung muntah-muntah setelah mengkonsumsi minuman tersebut.

"Sebagian besar mengeluh mual-mual, pusing dan muntah-muntah, mendapati hal tersebut kami para guru membawa anak-anak tersebut ke puskesmas guna mendapat pertolongan medis," katanya.

Saat ini, kata dia, bukti kemasan minuman tersebut sudah dibawa pihak puskesmas untuk dilakukan uji laboratorium. Hingga sore menjelang kedelapan siswa kelas III itu, masih menjalani observasi di puskesmas sebelum diizinkan pulang.

Dokter Praktek Puskesmas Cibeber, dr Nina mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab keracunan yang dialami kedelapan siswa tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium yang sudah dikirim ke Dinas Kesehatan Cianjur.

"Untuk saat ini mereka yang mengalami muntah-muntah itu, masih menjalani observasi dan perawatan medis. Untuk penyebab pastinya kami masih menunggu hasil lab dari Dinkes Cianjur, tiga hari kedepan," katanya.

Sementara Dea Arifin Firdaus (9) seorang korban mengatakan, selang tiga menit setelah mengkonsumsi minuman kemasan itu, dia merasakan pusing, mual-mual dan muntah-muntah.

"Saat masuk ke dalam mulut rasa minuman dalam kemasan itu pahit. Saya tidak meminum banyak, namun selang tiga menit, saya merasakan pusing, mual-mual dan muntah," katanya.

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar